Bersama ROMA Membangun SIKKA Menuju BAHAGIA

Tugas pemerintah adalah membangun kehidupan masyarakat yang lebih berkualitas, sejahtera, bahagia, dan mandiri. Lantas apa yang mau diubah oleh Pemimpin Baru Kabupaten Sikka, Roby Idong dan Romanus Woga selama 5 tahun ke depan?

Maumere, citra-news.com – BUPATI dan Wakil Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo alias Roby Idong dan Romanus Woga berniat membangun Kabupaten Sikka menuju kehidupan rakyat yang lebih berkualitas, sejahtera, bahagia, dan mandiri. Niat ini kemudian diwujudkan pasangan dengan tagline ROMA itu melalui Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023.

Bupati Roby Idong dalam pidato pengantar awal RPJMD dihadapan sidang paripurna DPRD Kabupaten Sikka, di Gedung DPRD Sikka (Lepo Kula Babong) di Maumere, Kamis, 6 Desember 2018, menyatakan pelaksanaan roda pembangunan di Kabupaten Sikka selama 5 tahun ke depan memprioritaskan dua agenda pokok.

Hal pertama yang perlu diubah, sebut Roby, adalah pemenuhan hak-hak dasar dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Indikatornya pada indeks pembangunan manusia dan indeks kebahagiaan. Agenda yang kedua adalah optimalisasi pelayanan dan reformasi birokrasi.

Pemenuhan hak-hak dasar masyarakat menuju Sikka Bahagia 2023, jelas Roby, meliputi hak-hak dasar diantaranya, hak menikmati pendidikan, kesehatan, perumahan, hak mendapatkan perlindungan (terlebih perempuan dan anak), kependudukan, juga hak atas pekerjaan, dan lain-lain. Sementara untuk optimalisasi pelayanan dan reformasi birokrasi, hal ini perlu dilakukan adalah meningkatkan kinerja dan mutu pelayanan public.

Dari kedua agenda utama ini kemudian dirumuskan kedalam Visi dan Misi pembangunan Kabupaten  Sikka  berkelanjutan. Dengan tujuan terwujudnya kualitas hidup masyarakat melalui indeks pembangunan manusia (IPM) dan indeks kebahagiaan (IK). Dan terwujudnya reformasi birokrasi dan pelayanan public yang lebih berkualitas.

Sasaran yang ingin dicapai diantaranya, meningkatkan pendidikan dan kesehatan masyarakat. Terbangunnya perekonomian yang kokoh, maju, dan adil terutama masyarakat desa yang menjadi kantong perekonomian dan pembangunan di Kabupaten Sikka. Serta meningkatkan kinerja pelayanan public dalam mana ukurannya pada indeks kepuasan masyarakat (IKM).

Berkaitan dengan pelayanan public yang berkualitas di sector pendidikan, beber Roby, yakni peningkatan layanan pendidikan bagi seluruh ‘Anak Sikka’ dengan pemberian beasiswa dengan porsi yang lebih besar bagi siswa dan mahasiswa berprestasi dari keluarga tidak mampu melalui  bantuan social. Memberikan kredit lunak pendidikan bagi siswa dan calon mahasiswa serta calon dokter ahli.

Untuk sector kesehatan lebih diprioritaskan pemenuhan layanan bagi ibu antenatal, natal, dan postnatal. Penguatan puskesmas dan jaringannya serta pembentukan Brigade Sehat Reaksi Cepat. Akselerasi pemenuhan layanan kesehatan bayi dan Balita melalui manajemen terpadu. Peningkatanpengendalian penyakit dan kesehatan lingkungan melalui peningkatan layanan kesehatan untuk pengurangan angka kesakitan, pengendalian pencemaran dan atau perusakan lingkungan dan penanganan kawasan kumuh. Pemberian jaminan kesehatan bagi keluarga tidak mampu melalui Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Sikka Sehat (KSS) serta pelayanan ambulance dan peti jenazah gratis.

Di bidang social diantaranya pelayanan bagi penyandang masalah kesejahteraan social, disabilitas serta pembinaan panti asuhan dan panti jompo. Sementara berkaitan dengan pengembangan investasi meliputi semua sector. Untuk pembangunan sarana prasarana (Sarpras) dilakukan pengembangan dan penataan kawasan pertumbuhan baru. Percepatan pembangunan infrastruktur dasar melalui penataan ruang wilayah Selatan dan daerah perbatasan.

Sedangkan berkaitan dengan pembangunan ekonomi, lanjut Roby, diantaranya pengembangan UMKM dan ekonomi kreatif. Pengembangan sector unggulan daerah yakni sector perdagangan, pariwisata dan sector unggulan lainnya. Pengendalian laju inflasi melalui peningkatan produksi dan distribusi barang dan jasa. Pengembangan dan peningkatan sector keamanan dan ketertiban. Penanggulangan bencana melalui upaya cegah dini (mitigasi) dan pasca bencana. Peningkatan sumber daya apatur melalui pendidikan dan pelatihan secara berjenjang.  Serta pengembangan dan peningkatan sector-sektor lainnya sesuai dengan kebutuhan masyarakat.  Semuanya ini hanya bisa dicapai melalui kerja kerja keras dan kerja bersama dari semua elemen masyarakat, demi mewujudkan kehidupan masyarakat Kabupaten Sikka yang lebih berkualitas, adil, sejahtera dan bahagia, pintanya. +++ amor/cnc

Sumber : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Ilustrasi pose bersama Pasutri Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2018-2023, Fransiskus Roberto Diogo dan Romanus Woga.

Foto : Doc. CNC/Humas Setda Kab. Sikka

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *