Bupati ROBY Galakkan Program SADAR SAMPAH

Rendahnya kesadaran masyarakat akan hidup bersih dan sehat menjadi kerja tambahan bagi pemerintah.  Namun masyarakat juga harus merasa malu bila membuang sampah tidak pada tempatnya. Karena berdampak bagi lingkungan menjadi kumuh dan kotor.

Maumere, citra-news.com – TIDAK ingin menyandang predikat ‘Kota Terkotor’ di Indonesia,  Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si berkomitmen membangun masyarakat Kabupaten Sikka yang berbudaya bersih dan hidup sehat serta bebas sampah.

Dalam upaya menanamkan kesadaran masyarakat kota bebas sampah, Bupati ROBY Idong – demikian ia akrab disapa- pada Selasa 15 Januari 2019 menggelar Rapat bersama pimpinan lintas intansi. Rapat yang dihadiri semua stakeholder dan pimpinan lintas instansi ini secara intens membahas soal Pengelolaan Sampah dan Penataan Saluran air (Drainase) di Kota Maumere, ibukota Kabupaten Sikka.

Bupati Roby, yang bertindak selaku moderator dan didampingi Kepala Bagian Sumber Daya Alam, Drs. Lodovikus Lotak, menjelaskan agenda utama yang dibahas dalam pertemuan ini terkait system penanganan sampah kita masih belum tertata secara baik. Baik pengelolaan sampah rumah tangga dan tempat pembuangan sampah yang belum memadai. Kita ingin menata kembali wajah Kota Maumere menjadi kota yang bersih indah dan nyaman.

Menurutnya, rapat pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) pengelolaan sampah dan penataan drainase ini merupakan tindak lanjut dari program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Sikka periode 2018-2023. Tujuannya, pertama agar terbentuknya system pengelolaan sama yang baik; Kedua, Membangun perilaku hidup bersih; dan ketiga, Membentuk masyarakat sadar sampah.

Menjadi peserta dalam forum rapat tersebut antara lain Komandan Lanal Maumere, Kolonel Marinir SUMANTRI, Dandim 1603 Sikka, Letkol Kolonel SUGENG Prihatin, S.Sos,M.Sc, M.Tr.Hanla; Kapolres Sikka, AKBP RICKSON PM.Situmorang, S.IK; Perwakilan Kejaksaan Negeri                     Maumere, VINCENT Wadhi; Asisten II Bidang Ekonomi Pembangunan. DELLY Pasande, M.Kes; Perwakilan dari BUMN Kabupaten Sikka; Ketua Persit KCK Kodim 1603 Sikka; Ibu-bu Bhayangkara Polres Sikka; serta pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Sebagai bahan masukan bagi Pokja, peserta rapat menyampaikan usul saran. Dari Lurah Waioti menyatakan beberapa kendala yang dihadapi. Diantaranya Tempat Pembuangan Sampah (TPS) mobile. Artinya warga mengumpulkan di depan rumah dan petugas kebersihan yang mengambilnya dan membuang pada Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Sementara saran dari Komandan Lanal Maumere, Kolonel Marinir SUMANTRI, bahwa kesadaran berbudaya hidup bersih dimulai sekolah-sekolah dan masyarakat. Peran aktif dari RT/RW menjadi kunci utama bagi masyarakat  melestarikan hidup bersih.

Dari Kapolres Rikson berharap upaya cegah tindak penggunaan kendaraan bermotor knalpot resing yang tidak ramah lingkungan dan tidak SNI. Sedangkan dari Dandim Sugeng memberikan usul saran yang senada dengan Kolonel Sumantri. Bahwa menjadikan masyarakat sadar sampah dimulai dari lingkungan keluarga. Penyediaan tempat sampah dimaksimalkan. Berikut, memberdaya kelompok pengangguran untuk melakukan pembersihan di lingkungan RT/RW. Serta mempertahankan kebiasaan ‘Gerakan Jumat Bersih’ di setiap intansi. +++ amor/cnc

Sumber : Armando WS/CNC

Editor : marthen radja

Gambar : Suasana Rapat Pokja Peduli Sampah yang dipimpin Bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, S.Sos, M.Si di Kantor Bupati di bilangan Jl. Ahmad Yani No.41 Maumere, Selasa 15 Januari 2019.

Foto : Doc. CN/Armando-Humas Setda Sikka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *