BENAR Kabid Dikmen Minta HABISKAN Uang 100 Juta

Dari semua SMK di Kota Kupang khususnya atau umumnya di Provinsi NTT, SMKN 5 Kota Kupang adalah satu-satunya sudah ‘curi start’ selenggarakan UKK. Padahal dari segi biaya belanja peralatan sangat tidak siap. Unik ya?

Kupang, citra-news.com – PELAKSANA TUGAS Kepala Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 5 Kota Kupang (PLT Kasek SMKN 5), Asa M. Lahtang, S.Pd, M.Pd mengakui, pihak sekolah telah menyelenggarakan Ujian Kompetensi Keahlian (UKK) pada awal Pebruari 2019.

“Ada pertimbangan internal kita disini agar pelakanaan UKK lebih awal. Meskipun dari segi kesiapan dana tidak ada. Kita akan lebih sulit cari siswa kalau mereka sudah selesai UNBK baru dilakukan UKK. Kalau soal dana kita bisa bijaksanakan,”kata Asa saat ditemui di ruang kerjanya, Senin, 25 Pebruari 2019.

Menyangkut kesiapan dana untuk UKK , jelas Asa, memang benar saat itu dari dinas pendidikan provinsi melaui kepala bidang SMA/SMK menghimbau, agar saldo dana BOS sekitar Rp 100 juta itu dihabiskan saja. Ada item di dana BOS untuk belanja peralatan dan sarana prasarana (Sarpras). Bila dana BOS tidak cukup maka ditambah dengan dana komite.

Diketahui, saat ini Asa Lahtang menjabat sebagai Pelaksana Tugas Kepala Sekolah (PLT Kasek) SMKN 5 Kota Kupang. Kepala bidang (Kabid) SMA/SMK di Dinas Pendidikan Provinsi NTT yang dimaksudkan Asa Lahtang adalah Pius Rasi. Dengan Kepala Dinas (Kadis)-nya saat itu dijabat, Johanna E. Lisapaly, SH. Yang bersangkutan (Pius Rasi) juga saat ini menjabat Kabid yang sama hanya berbeda nomenklatur menjadi Kepala Bidang Pendidikan Menengah (Kabid Dikmen) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Dinas P dan K Provinsi NTT), dengan  Kadis dijabat oleh Drs. Benyamin Lola, M.Pd.

Saat ditemui awak media Asa Lahtang yang sebelumnya  menjabat sebagai Wakil Kepala (Waka) Kurikulum didampingi Hunce Lapa, S.Pd, (Waka Sarpras). Lagi-lagi Asa menegaskan, alasan utama SMKN 5 Kota Kupang melaksanakan UKK lebih awal. Pertimbangan kita pada kehadiran siswa saat UKK. Karena sudah menjadi pengalaman tahun tahun-tahun sebelumnya, siswa satu persatu kita cari dan kita jemput di rumah orangtua, supaya bisa ikut UKK.

“Ini sudah menjadi tugas kita bahwa setiap siswa usia sekolah wajib mendapatkan akses pendidikan yang layak. Sehingga bagaimanapun caranya hak siswa harus terpenuhi,”tandasnya.

Sehingga untuk UKK tahun 2019 kita rubah polanya yaitu dimajukan sebelum tanggal yang dijadwalkan. Tujuannya, lanjut Asa, supaya semua siswa bisa mengikuti UKK. Soal biaya kita bisa cari jalan. Kalau belum cair dana kita bisa ambil dari dana BOS atau dana komite. Yang terpenting siswa ikut UKK sesuai dengan data jumlah yang kita sampaikan ke pihak dinas. Ditambah lagi dengan himbauan pak Kabid. Kemudian baru-baru ini kami ada kegiatan di Surabaya, ada himbauan dari Dirjen terkait dengan UKK, beber Asa.

“Ini informasi sesat bahwa biaya pelaksanaan UKK dipinjam dari guru-guru di sekolah ini. Nanti dana BOS 2019 cair baru dikembalikan. Tidak benar informasi seperti itu,”ketusnya.

Menurut dia, ada saldo dana BOS yang kami bawa dan tunjukkan ke pihak dinas melalui Kabid SMA/SMK (sekarang Kabid Dikmen). Karena dalam perencanaan kalau bisa disisihkan 100 juta. Agar supaya jangan disedot lagi dari komite. Tapi pengeluaran untuk UKK yang riil hanya Rp 84 juta. Ini belum termasuk biaya lain-lain termasuk pengawas.

Diduga Oknum Guru ‘Sabotase’ Komputer Milik Sekolah

Soal pelaksanaan UKK dimajukan itu, Asa Lahtang dan Hunce Lapa bersahut-sahutan menjelaskannya. Bahwa dana yang ditargetkan Rp 100 juta yang disisihkan dari dana BOS tahun 2018, sesuai arahan dari Kabid Dikmen dihabiskan sebelum tahun anggaran baru 2019. Ditambah lagi dengan hasil pertemuan internal guru-guru SMKN 5 Kupang. Sehingga dari dana 100 juta ini, Asa akui, dimanfaatkan untuk membangun laboratorium komputer (Labter) plus tambahan biaya pembangunan gedung RKB 2 (dua) lantai itu.

“Nah, sekarang Labter sudah terbangun. Kita baru hanya memiliki 5 unit PC dan beberapa unit komputer. Kita juga tidak punya laptop, padahal UNBK segera dilaksanakan pada April 2019. Sementara kita butuh 120 unit komputer. Ini juga masih kurang karena UNBK kali ini kita bertambah jumlah siswanya karena ada dua SMK swasta titipan. Itu berarti kita harus pinjam lagi dari siswa atau orangtua siswa yang punya laptop,”jelas Hunce.

Sementara dari kesiapan untuk ruangan ujian, Asa menambahkan, kita punya 16 ruangan yang layak pakai. “Ada 16 ruangan ya, layaklah dipakai untuk UNBK. Kalau seandainya gedung RKB dua lantai sudah selesai dibangun maka untuk ruang ujian tidak ada masalah. Kemudian peralatan komputer/laptop nantinya diupayakan. Dengan 5 (lima) unit PC yang ada dan mungkin esok lusa ada tambahan lagi. Kan UNBK nanti ada tiga sesi sehingga bisa dipakai secara bergantian,”kata Asa.

Sebelumnya, menurut sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan kepada citra-news.com dan mediapurnapori.net, bahwa Tim Tatakelola Sarpras di SMKN 5 Kota Kupang diduga telah memanipulasi fasilitas dan Sarpras komputer dan laptop milik sekolah.

“Pernah sekali waktu belum lama ini pengadaan 10 unit komputer. Dari merk barang dan jenisnya sangat bermutu. Dari harganya saja Rp 20-an juta per unit. Tapi ketika barang itu tiba di  sekolah tidak diinventaris secara baik. Kita tidak tahu yang mana pengadaan baru dan yang mana barang lama. Mana bantuan dari APBD Pempov dan mana dari dana BOS atau DAK. Mereka gabung satu saja,” jelas sumber itu.

Bahkan menurut dia, ada juga laptop yang dibeli dari dana bantuan pemerintah tapi dimanfaakan untuk kepentingan pribadi oknum guru yang ada. Laptop bukannya disimpan di sekolah tapi dibawa oknum guru ke rumahnya masing-masing.

Begitu juga komputer yang harga mahal itu, lanjut dia, diduga sudah disabotase jadi milik oknum guru dan menggantinya dengan barang murahan. Biasanya tengah malam mereka datang angkut barang milik sekolah. Sama halnya dengan mereka muat batu kerikil dan pasir untuk membangun RKB dua lantai itu.

“Kalau dikatakan material batu pasir nantinya diuangkan jadi pemasukan kas sekolah. Tapi koq tengah malam baru diangkut keluar. Kalau itu tindakan halal iya siang hari angkutnya, bukan mal hari. Bahkan saya juga diajak kompromi, kalau butuh material untuk bangun rumah ambil saja. Tapi saya katakan maaf itu barang haram kalau diangkut tengah malam. Bawa saja ke rumah oknum guru yang gemar bertindak haram seperti itu,”tandasnya. +++ cnc1

Gambar : Asa M. Lahtang, S.Pd, M.Pd saat diwawancarai di ruang kerjanya, gedung SMKN 5 di bilangan Tanah Putih Kota Kupang Provinsi NTT, Sabtu 23 Pebruari 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *