Sonny : “Bisa DIPOLISIKAN Jika Negatif Hasil Uji Balai POM”

Miris, jika pihak puskesmas harus mengambilalih tugas dan kewenangan BPOM. Masyarakat tentunya akan dirugikan secara sepihak karena ulah petugas puskesmas yang tidak taat asas. Lalu apa persoalannya? Ikuti ulasannya seperti berikut.

Kupang, citra-news.com – SEKRETARIS RT 17 RW III Kelurahan Nunleu Kecamatan Kota Raja, Kota Kupang Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), SONNY Molle menyatakan penyelesalannya terhadap sebaran informasi melalui social media (Sosmed). Bahwa  makanan bakso di rumah makan (RM) Bakso 99 dan RM Istana Bakso, POSITIF mengandung bahan Formalin.

Demikian diungkapkan Sonny ketika ditemui awak media citra-news.com dan mediapurnapolri.co.id, di kediamannya di bilangan Jl Jend. Sudirman Kuanino Kota Kupang Timor NTT, Jumat 29 Maret 2019.

Sonny mengaku kaget akan informasi soal Bakso 99 dan Istana Bakso Kupang yang disebar secara masiv melalui Sosmed facebook. Bahwa bakso di dua rumah makan ini mengandung bahan formalin.

“Saya kaget setelah semalam istri saya membuka HP miliknya dan memperlihatkan begitu banyak tanggapan (nitizen) bahwa Bakso 99 dan Istana Bakso mengandung bahan formalin. Informasi yang disebar secara masiv inikan sangat membahayakan warga Kota Kupang khususnya, jika itu benar,”ucap Sonny.

Untuk diketahui, jelas Sonny, Bakso 99 pemiliknya bernama Sutarno itu warga di RT 17 RW III Kelurahan Nunleu Kota Kupang Provinsi NTT. Pemilik Bakso 99 itu warga saya (Sonny Molle). Saya saat ini kebetulan menjabat sebagai Sekretaris RT 17. Dan yang satunya lagi adalah Istana Bakso yang terletak di depan Bank BTN. Kedua pemiliknya merupakan warga Kelurahan Nunleu. Dan dua rumah makan bakso inilah yang disebar secara meluas di Sosmed bahwa makanan bakso positif mengandung bahan formalin.

Dengan viralnya informasi yang hemat saya ini sifatnya hoax, kata Sonny. Karena menurut saya sebaran informasi ini bukan dari pihak yang berkompeten dalam hal ini BPOM (Balai Pengawasan Obat dan Makanan).

“Pertanyaannnya sederhana. Yang mempunyai kewenangan untuk menyatakan ada tidaknya formalin, borax dan lain-lain bahan berbahaya bagi tubuh manusia bila dikonsumsi dari makanan dan minuman itu. Iya, sebenarnya kan BPOM. Kalau misalnya Puskesmas Bakunase itu dia mengambil sampel entah kapan, apakah seijin pemilik atau tidak. Apakah pihak puskesmas setelah menguji sampel lalu serta merta menyatakan ke public bahwa positif atau negatifnya hasil uji lab itu?,”ucapnya retoris.

Sembari menjelaskan, menurut saya (Sonny Molle) ada dua kemungkinan. Pertama, kalau dia (pihak Puskesmas Bakunase) betul yang mengeluarkan hasil ini, perlu kembali dipertanyakan ke BPOM. Apakah dia layak untuk menyatakan hal itu ke public? Kalau memang tidak, iya jangan dong dia dalam hal ini pihak Puskesmas Bakunase memviralkannya di Sosmed.

Kedua, OK misalkan bukan pihak Puskesmas Bakunase yang memfiralkan itu. Lalu  menjadi pertanyaan, apakah orang luar bisa menjangkau barang-barang di puskesmas. Apalagi yang ada di dalam ruang laboratorium puskesmas. Itu sangat tidak mungkin orang luar bisa memfoto bahan makanan yang diuji di labnya puskesmas itu dan memviralkannya.  Nah menjadi pertanyaan koq siapa yang berani menyebarkan ke Sosmed kalau adalah bukan ‘Orang Dalam’? Iya saya kira kita bisa berpikir bersamalah. Dan saya kira, asas praduga tak bersalah itu, sah-sah saja bukan, tandasnya.

Menjawab wartawan bahwa viralnya di Sosmed akan bakso formalin ini berawal dari hasil Sidak (Inspeksi mendadak) yang dilakukan pihak Puskesmas Bakunase dan aparatur Kelurahan Nunleu. Sonny membenarkannya. Bahkan menurut Sonny jauh hari sebelumnya ada temuan di Rumah Makan Padang makanan berulat.

“Iya beberapa waktu sebelumnya bahwa ada belatung (ulat) di sajian makanan yang kabarnya ada di daging ayam. Sebelumnya Pemerintahan Kelurahan Nunleu telah melakukan pemeriksaaan bersama staf dari instansi lainnya. Apakah saat itu mereka juga mendatangi ke setiap penjual-penjual makanan di sepanjang wilayah Kelurahan Nunleu. Termasuk mendatangi rumah makan Bakso 99 dan Istana Bakso ini atau tidak,”kata Sonny.

Nah kalau saya (Sonny Molle) dengar informasi bahwa saat itu pemilik Bakso 99 ini dia tidak pernah dimintakan sampel. Sedangkan di Sosmed sejak tadi malam (Kamis malam, 28 Maret 2019) sudah memviral bahwa makanan bakso di Bakso 99 dan Istana Bakso positif mengandung formalin. Ini dikaitkan dengan hal apa yang sudah dilakukan oleh pihak Kelurahan Nunleu ketika itu melakukan Sidak di rumah makan Padang. Ini membingungkan kita, terutama membingungkan pemilik Bakso 99, ungkap Sonny.

Nama Baik Tercemar Bisa Saja Sutarno Menggugat

Dengan viralnya di Sosmed soal Bakso 99 dan Istana Bakso positif mengandung formalin, kata Sonny, masyarakat umumnya dan khususnya pemilik usaha rumah makan tentunya telah dirugikan secara sepihak.

Sonny mangakui, tadi malam (Kamis malam 28 Maret 2019) sekira pukul 23.00 Wita, saya (Sonny) keluar dari rumah dan berdiri di samping Rumah Makan (RM) Bakso 99. Saya melihat banyak orang lalu lalang kemudian berhenti. Mereka memandang ke RM Bakso 99, dan saya menduga mereka melihat bahwa oh iya disinilah letak rumah makan Bakso 99. Saya kira begitu.

“Tadi malam saya juga sempat ditegur oleh pak Tarno (Sutarno pemilik Bakso 99) dan anak kerjanya. Tapi saya pura-pura tidak tahu. Rupanya pak Tarno sudah rasa diri kalau sudah terviral informasi di Sosmed facebook soal bakso formalin ini,”tandasnya.

Kemudian hari ini (Jumat 29 Maret 2019) sekitar jam 2 siang, tambah Sonny, saya berada di Toko Aurora Kupang mencari peralatan pompa air. Toko Aurora ini letaknya bersebelahan langsung dengan Istana Bakso. Saya melihat tidak ada satu orangpun yang makan disitu. Saya juga melihat pemilik Istana Bakso duduk dan bertopang dagu.

“Saya jadi kasihan melihatnya. Kalau di Bakso 99 masih ada orang yang datang makan. Dalam hati saya bertanya apakah orang-orang yang makan ini sempat baca di social media (Sosmed) atau tidak. Iya saya juga tidak tahu,”ucap Sonny.

Lebih jauh Sonny membeberkan, dari isu beredarnya bakso formalin ini dikabarkan bahwa pemilik Bakso 99 juga hari ini telah menyerahkan sampel beberapa pentolan bakso miliknya ke pihak BPOM Kupang. Ini tentunya pihak BPOM tengah berproses Uji Lab. Menjadi kekhawatiran saya jika pemeriksaaan sampel oleh BPOM Kupang ini kemudian tidak terbukti.

“Jika hasil Uji Lab BPOM tidak terbukti seperti yang diviralkan di Sosmed, maka saya yakin pak Tarno patut mempolisikan mereka-mereka yang sudah mencemarkan nama baiknya itu. Terutama sekali pihak Puskesmas Bakunase yang sudah mengambil sampel bakso milik pak Tarno. Lebih dari  itu ada pihak yang diduga telah memviralkannya melalui Sosmed bahwa Bakso 99 dan Istansi Bakso positif mengandung formalin,”tegas Sony berulang.

Patut saya hargai niat baik pak Tarno, kata Sonny, yang hari ini (Jumat 29  Maret 2019) sudah ke BPOM Kupang, Bahwa pak Tarno membawa sample bakso miliknya (beberapa pentolan bakso kemarin yang menjadi bagian dari sampel bakso yang kemarin diambil pihak Puskesmas Bakunase) dan pentolan bakso hari ini,. Untuk dilakukan Uji Lab (laboratorium) oleh BPOM. Dengan hasil nantinya apakah benar Bakso 99 miliknya mengandung bahan Formalin? Ini yang ditunggu public, ucap Sonny.

Sonny mengakui, sebagai warga di RT 17 ini saya selaku Sekretaris RT tentunya dia harus respek. Saya harus peduli dan turut prihatin dengan hal yang dialami pak Tarno pemilik Bakso 99. Karena menrut saya pak Tarno sudah tercemar nama baiknya oleh pihak yang mengeluarkan informasi di Sosmed. Dengan memfonis bahwa bakso miliknya itu (Bakso 99) positif mengandung Formalin. Sementara pihak BPOM Kupang belum menyatakan ada tidaknya mengandung bahan Formalin.

“Ini bisa dikatakan hoax atau kabar bohong yang sudah beredar di Sosmed. Saya bukannya membela pak Tarno. Tapi kalau dari hasil BPOM Kupang negative, itu bagaimana. Iya, sudah tentu pak Tarno bisa mempolisikan para pihak yang menebar kabar bohong melalui Sosmed. Karena kabar itu pihaknya dirugikan. Namanya telah tercemar kemana-mana dan bisa mematikan usahanya. Demikian juga warga Kota Kupang sudah dibuat resah. Karena resah maka kemungkinan besar tidak akan datang makan bakso lagi di dua rumah makan ini,”pungkas Sonny.  +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Sonny Molle (kiri) memberikan keterangan pers di rumah kediamannya di bilangan Jl Sudirman Kuanino Kota Kupang, Timor Provinsi NTT, Jumat 29 Maret 2019.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *