Bertindak NYATA Menjawab KEBUTUHAN Petani

Menyandang predikat ‘anggota dewan yang terhormat’ akan lebih bermakna jika diikuti dengan kerja-kerja nyata untuk peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan rakyat. Oleh karena DPR dipilih oleh rakyat dan penyalur aspirasi rakyat.

Kupang, citra-news.com – LAURENSIUS TARI WUNGO, anggota DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur mengatakan kepercayaan yang telah rakyat berikan melalui Pemilu jangan disia-siakan. Rakyat tidak menuntut banyak dari para wakilnya yang duduk di kursi dewan yang terhormat. Rakyat hanya meminta jawaban akan aspirasinya terkait apa yang menjadi kebutuhan rakyat.

Menurutnya, rakyat Provinsi NTT dan khususnya rakyat di Kabupaten Sumba Raya (Sumba Timur, Sumba Tengah Sumba Barat, dan Kabupaten  Sumba Barat Daya/SBD) adalah mayoritas petani. Sudah tentu kebutuhan petani untuk meningkatkan taraf hidupnya sangat variatif. Dan umumnya rakyat di Kabupaten Sumba Barat Daya khususnya adalah petani lahan basah.

“Karena itu saya sebagai anak petani sangat memahami apa yang menjadi kebutuhan rakyat petani di Sumba. Sebagai wujud kepedulian saya maka wajib saya lakukan apa yang bisa saya berikan untuk rakyat,” ucap Laurens saat ditemui citra-news.com di ruang Komisi I gedung DPRD Provinsi NTT, Kupang Kamis 4 April 2019.

Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai HANURA itu membeberkan, dalam masa RESES-nya beberapa waktu lalu, dia telah menyumbangkan secara cuma-cuma untuk 10.000 petani sawah di Kabupaten SBD. Bentuk sumbangan dimaksud berupa Supremon, obat pembasmi rumput. Selain itu kepada kelompok tenun ikat diberikan bantuan 2000 dos benang.

“Bantuan langsung yang saya berikan ini untuk membantu kelancaran usaha para petani dalam meningkatkan taraf hidupnya. Saya tidak peduli seberapa besar pendapatan saya wajib saya berikan untuk menjawab kebutuhan rakyat ini,”tuturnya.

Menjawab citra-news.com soal dana yang dikeluarkan untuk belanja kebutuhan rakyat tersebut, Laurens yang saat ini kembali menjadi Caleg dari Partai Hanura di Dapil NTT 3 ini tidak menyebut angka riilnya. “Saya tidak usah sebut angkanya berapa. Yang tahu hanya rakyat penerima bantuan langsung ini. Untuk rakyat saya berjuang dengan berbagai upaya dari penghasilan saya demi terpenuhinya kebutuhan rakyat ini”.

Dan rakyat SBD penerima bantuan langsung saya ini, lanjut dia, dalam tatap muka dengan masyarakat mereka mengakui bahwa selama ini belum ada pejabat yang mengambil risiko. Sehingga mereka sangat bersyukur apa yang mereka terima ini.Dan ini bukan pembohongan public karena diketahui dan dirasakan langsung oleh ribuan orang. Tidak terkecuali 1000 tukang ojek yang saya (Laurens) biayai untuk mengantar jemput masyarakat saat tatap muka.

Kembali soal Supremon obat pembasmi rumput, kata Laurens, para petani Sumba ke depannya bisa memperluas lahan garapannya. Diperkirakan sekitar 5000 hektar lahan petani yang bisa didayagunakan. Itu artinya untuk petani lahan kering kesuksesan hasil panenan jagung berlimpahrua. Tinggal saja bagaimana ke depannya hasil produksi jagung ini selain untuk kebutuhan pangan, juga diupayakan untuk pemasarannya.

“Sebagai anak yang lahir dari rahim petani saya sangat menjiwai apa yang menjadi kebutuhan petani. Sehingga saya merasa terpanggil untuk melakukan semuanya itu terlebih dahulu. Karena rakyat petani di SBD mengakui bahwa selama ini belum ada pejabat manapun melakukan hal serupa,”tegasnya berulang.

Seperti lazimnya kerja-kerja anggota DPR adalah langsung turun ke tengah masyarakat melihat kebutuhan rakyat. Oleh karena itu setiap dalam masa reses atau kunjungan kerja anggota dewan dapat menjaring aspirasi kebutuhan. Ada biaya-biaya yang bisa ditalangi untuk kebutuhan rakyat ini. Diantaranya, sebelumnya reses ada bantuan langsung melalui Pokir (Pokok Pikiran) dewan. Sehingga kebutuhan akan pemberdayaan ekonomi kerakyatan dapat rakyat peroleh. Bantuan langsung dari Pokir dimaksud, sebut Laurens, berupa ternak babi, kambing, sapi, hand traktor, sumur bor dan lain-lainnya.

“Ini yang sudah saya lakukan dan rakyat SBD pada khususnya bangga dengan bantuan yang ada. Jika kurang pendanaan untuk menjawab kebutuhan itu maka saya tambahkan dengan uang gaji saya. Karena saya jadi anggota DPR karena rakyat yang memilih. Sehingga adalah elok bila pendapatan saya ini dibagikan untuk rakyat. Tidak penting menyebut angka. Karena menyebut besar angka tapi rakyat tidak pernah merasakan, itu sama dengan pembohongan public, bukan?”ungkap Laurens. +++ marthen/citra-news.com

Gambar : Laurensius Tari Wungo, Anggota DPRD Provinsi NTT dari Partai Hanura.

Foto : Doc. CNC/marthen radja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *