Menurut dia, untuk memajukan provinsi ini maka semua elemen masyarakat tidak terkecuali elemen birokrasi harus siap berani untuk mengubah provinsi ini menjadi provinsi yang hebat. Jabatan yang sudah didapat itu disyukuri dan dilaksanakan secara maksimal untuk melayani NTT. Untuk itu terkait acara hari ini bukan hanya untuk memperingati pahlawan Pattimura. Tetapi juga sebagai amanah untuk mewujudkan semangat perjuangan patriotisme dalam keseharian kita.
“Bagi masyarakat NTT ini juga adalah salah satu hal sederhana dan yang jadi masalah adalah soal kebersihan. Kita lihat Kota Kupang ini masih sangat kotor karena masih banyak sampah. Ini contoh bagaimana kita harus sadar bersama turun langsung baik itu aparat di pemerintahan hingga masyarakat untuk membersihkan sampah. Sampah itu terlihat kecil tapi juga masalah besar,”imbuh Viktor.
Menentang Ketidakadilan
Ketua IWASMA Urbanus Mahoklory dalam sambutannya mengatakan, acara HUT Pattimura ke-202 (tanggal 15 Mei 2019) hari ini, merupakan semangat kebersamaan atas keagungan Pattimura.
“Semangat Pattimura dalam mengusir penjajah dari bumi Maluku dan juga menentang ketidakadilan pada masa lampau itulah yang menjadikan kami putra-putri Maluku memiliki kesadaran untuk memiliki semangat kebersamaan untuk merayakannya bersama pada hari ini,” jelas Urbanus.
Meskipun Pattimura sudah tidak ada namun semangatnya masih menaungi masyarakat Maluku yang ada di bumi Flobamora. Semangat kami disini orang-orang Maluku juga turut ingin mewujudkan NTT Bangkit NTT Sejahtera sesuai dengan apa yang menjadi visi dan misi Pemerintah Provinsi NTT.












