Gubernur VIKTOR Luncurkan SOPHIA Minuman Berakohol NTT

Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat menyerahkan secara simbolis alkohol tradisional khas NTT kepada salah satu peserta program pendidikan vokasi pariwisata angkatan pertama Undana di Kampus Undana Kupang, Rabu 04 Juli 2019. Doc. CNC/Biro Humas dan Protokol Setda NTT.

Minuman berakohol asli NTT bermerk SOPHIA segera beredar di pasaran global. Produk berkelas dunia ini setelah melalui tahapan fermentasi nira dari jenis tanaman palma. Hampir pasti harganya tidak bisa dijangkau masyarakat ekonomi lemah.

Citra-News.Com,KUPANG – INI SOPHIA merupakan produk penelitian Iniversitas Nusa Cendana (Undana) Kupang. Dalam teori kolaboratif, hari ini lengkap ada perguruan tinggi, pemerintah, pengusaha, perbankan dan masyarakat berpartisipasi dalam membangun industri rumah tangga. Demikian kata Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat, SH, M.Si.

Ketika melakukan peluncuran (launching) perdana SOPHIA di halaman Gedung Bio Science Undana Penfui, Kupang, Rabu 19 Juni 2019, Gubernur Viktor menjelaskan,  minuman ‘Sophia’ (Sopi Asli), merupakan minuman hasil fermentasi nira atau gula cair dari beberapa jenis palma termasuk lontar, gewang, enau dan kelapa.

“Kita ketahui bersama bahwa Sopi (moke atau arak) adalah salah satu jenis minuman tradisional beralkohol yang berasal dari Provinsi Nusa Tenggara Timur. Dari hasil fermentasi sopi asli NTT dari bahan dasar nira (gula air) jenis tanaman palma ini, kita kemas menjadi SOPHIA dan merupakan produk penelitian terbaik Universitas Nusa Cendana,”kata Viktor.

Peluncuran hari ini, lanjut dia, merupakan hasil kerjasama Undana dengan Pemerintah Provinsi untuk memproduksi SOPHIA sebagai minuman berkelas dunia asal NTT.

“Kita perlu bersyukur, karena Undana mampu membuat penelitian. Sopi yang dulu dianggap sebagai minuman kelas bawah, hari ini bisa bersaing dengan minuman alkohol yang lain,” ungkap Viktor.

Acara peluncuran SOPHIA ini dirangkai dengan penyerahan peserta program pendidikan vokasi pariwisata angkatan pertama, kerjasama Undana, Pemerintah Provinsi NTT dan Griffith University serta penandatangan MoU antara Undana dan RRI.

Pada kesempatan itu, mantan Ketua Fraksi Nasdem DPR RI ini mengajak masyarakat penghasil, untuk terus bekerja menghasilkan produk sopi berkualitas. Pemerintah akan melegalisasi Sophia, mengeluarkan regulasi terkait tata niaga produk ini. Masyarakat boleh terus berproduksi, hasilnya akan dibeli para pengusaha untuk selanjutnya diolah, ditingkatkan kualitasnya sesuai standar bersama pihak Laboratorium Undana.

Wagub Josef : SOPHIA ‘Rainbow Economic’

Dalam kesempatan syang sama Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timir (Wagub NTT) Drs. JOSEF A. Nae Soi, MM dalam sambutan di Hari Berbahasa Inggris itu (Rabu dalam pecan, red) menyatakan ia sepakat dengan sebutan Rainbow Economic.

“Jika sebelumnya NTT dikenal memiliki pembangunan dengan sebutan ekonomi hijau (kelor)-green economic  dan bule economic- ekonomi biru (kelautan dan perikanan). Saat ini, NTT bisa lebih dikenal dengan rainbow economic atau ekonomi pelangi. Dengan Pariwisata sebagai sektor penggerak utama dan Sophia adalah salah-satu produk dari ekonomi pelangi,” ungkap Josef mengamini apa yang disampaikan Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D.

Gubernur  dan Wakil Gubernur NTT melakukan toss SOPHIA bersama Rektor Undana dan Dosen Peneliti SOPHIA. Doc. CNC/biro humas dan protocol setda NTT.

‘Gubernur NTT Dua’ itu juga mengaku bangga dengan program pengiriman anak-anak NTT ke Griffith University Australia, untuk belajar pariwisata. Ia berharap, mereka dapat belajar serius, memperbaiki kualitas diri, mengangkat derajat NTT yang masih terkategori sebagai daerah miskin dan bodoh.

Sementara itu, Rektor Undana, Prof. Ir. Fredrik L. Benu, M.Si, Ph.D dalam sambutan pembukanya menyebutkan bahwa Sophia akan dijadikan merek dagang. Baginya, peristiwa peluncuran Sophia hari itu merupakan momen bersejarah.

“Sebelumnya, Sophia diberikan kepada para tester untuk kemudian dilanjutkan ke BPOM, seterusnya didaftarkan di Kementerian Hukum dan HAM untuk mendapatkan hak Paten. Setelah itu Sophia boleh diedarkan luas di masyarakat domestic dan di luar negeri,”kata ang membawakan sambutannya dalam dua bahasa.

SOPHIA kita akan jadikan trade merk, tambah Benu.  Sulawesi, misalnya punya Cap Tikus. Jadi  kalau ekonomi rakyat ini dikembangkan maka kita akan bisa sampai pada taraf nasional dan internasional.

Rektor Undana yang dikenal santun itu tak lupa menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada tim peneliti. Karena sejumlah nama pakar ini telah bekerja maksimal mewujudkan sejarah baru di NTT ini. Beberapa nama pakar Undana pun disebut Benu antara lain Prof.Heri Lalel, Dr.Dodi Dharma Kusuma dan Prof.Heny Belli.

Ketua Panitia Peluncuran Sophia, Prof. Heri Lalel dalam laporannya mengatakan bahwa hal semacam ini menjadi tantangan bagi Undana memasuki Dies Natalis ke- 57, untuk membuktikan keberadaan Undana dalam berkontribusi membangun NTT dan Indonesia.

“Sore ini kita akan meluncurkan kekayaan budaya, jenis minuman tradisional yang disebut Sophia,”ujarnya.

Menurutnya, Sophia telah diolah dengan teknologi level sembilan. Artinya, Sophia telah layak masuk dalam industri demi kepentingan komersial. Undana juga telah dilibatkan untuk menyeleksi peserta yang hendak mengikuti pendidikan vokasi bidang pariwisata. Hal tersebut merupakan wujud kerjasama Undana dengan Pemerintah Provinsi NTT. Untuk publikasi berbagai aktivitas kampus, Undana juga melakukan kerjasama dengan RRI mulai hari ini.

Hadir dalam acara itu, Unsur Forkompida NTT, pimpinan perangkat daerah Provinsi NTT, unsur TNI/Polri, unsur pimpinan Undana baik dari tingkat universitas, falultas, prodi dan civitas akademika serta insane pers. +++ marthen/citra-news.com/humas setdantt

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *