PENCETUS Ende Kota PANCASILA Telah BERPULANG

Jika bertanya siapa pencetus tanggal 1 JUNI Hari Libur Nasional? Sudah pasti jawabannya Presiden Joko Widodo (JOKOWI). Mengapa. Jawabannya ada pada fakta sejarah.

Cira-News.Com, ENDE TANGGAL 1 JUNI setiap tahun bangsa Indonesia memperingati Hari Lahir (Istilah) Pancasila. Oleh Presiden RI ke-7 Ir. Joko Widodo (JOKOWI) Hari Besar Nasional ini tidak saja diperingati akan tetapi juga dirayakan. Artinya penanggalannya dijadikan hari libur nasional yang ditandai dengan tanggal merah. Sama dengan penanggalan untuk hari Minggu dan hari besar keagamaan.

Patung Soekarno di halaman rumah pengasingan Bung Karno di Ende Flores. Doc. foto: Tirto.id

Bila menilik sejarah panjang tentang Pancasila maka erat kaitannya dengan ENDE Flores, tempat pembuangan (pengasingan) SOEKARNO oleh bangsa kolonial (penjajah) Belanda antara tahun 1934-1938. Hingga di jaman kemerdekaan tidak kita pungkiri kalau ENDE yang kini jadi ibukota Kabupaten Ende adalah Kota Sejarah Lahirnya Pancasila.

Sejarah juga mencatat Soekarno (Bung Karno) selama masa pengasingannya ke Ende, dibawah pohon sukun di halaman rumah pengasingan (sekarang dibangun patung Soekarno) Bung Karno terinspirasi Lima Pedoman utama (Lima Sila) butir yang akhirnya dijadikan landasan fundamental bangsa yang dinamai PANCASILA.

Terinspirasi dari adagium Presiden Soekarno ‘Jasmerah’-Jangan Sekali-kali Melupakan Sejarah– maka Bupati Ende, MARSELINUS YOSEPHUS WINFRID PETU atau akrab disapa MARSEL, getol berjuang terus-menerus memperkenalkan dan mencetuskan Kota ENDE menjadi Kota PANCASILA.

Bupati Marsel Petu ketika diwawancarai terkait kesiapan pemerintah dan masyarakat Kabupaten Ende menyambut Tour de Flores 2016. Doc. foto: marthen radja/citra news 

Walau sang penetus itu kini sudah berpulang ke Pangkuan Sang Illahi namun semangat perjuangannya akan terus dilanjutkan. Karena itu, dari Kota Ende Flores mari gelorakan salam kebhinekaan agar dapat diketahui oleh seluruh masyarakat NTT dan Indonesia.

Demikian Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, Drs. Josep A. Nae Soi,MM dalam sambutannya usai Misa Requiem untuk keselamatan jiwa almarhum Bupati Ende, Marselinus Yosephus Winfrid Petu di Gereja Santo Yoseph Freinademetz Mautapaga Ende Flores, Rabu 29 Mei 2019.

“Selamat jalan pak Marsel, roh dan jiwamu akan kami kenang selalu dan kami akan melanjutkan spirit perjuanganmu itu,”ucap Wagub Josef.

Mengutip berita yang dilansir Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, Wagub Josef mengakui kalau Provinsi NTT sangat kehilangan sosok pemimpin yang bekerja keras untuk memajukan Kabupaten Ende.

“Tidak salah jika seluruh masyarakat Ende memberikan penghormatan kepada Marsel Petu sebagai tokoh penjaga nilai-nilai Pancasila di Kabupaten Ende dan NTT. Karena itu, walaupun jasadnya telah dihantar ke liang kubur tapi jiwa, roh dan semangatnya akan tetap dikenang dan dilanjutkan oleh anak cucu daerah ini,”tandasnya.

Ketua DPD Partai Golkar NTT, Melki Laka Lena dalam kesempatan yang sama menyatakan, tugas seluruh masyarakat Indonesia, khususnya masyarakat Ende sekarang adalah melanjutkan spirit yang pernah digelorakan Proklamator RI, Bung Karno (Soekarno) ketika diasingkan pemerintah Kolonial Belanda ke Ende tahun 1934-1938.

Rumah pengasingan Bung Karno di Ende Flores. Doc. foto: Tirto.id —

“Tugas kita sekarang adalah melanjutkan apa yang telah dilakukan Bung Karno dan Bupati Marsel Petu. Kae Marsel mbana molo-molo (Kakak Marsel jalan baik-baik, red),”ucap Melki dalam bahasa Lio.

Sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kabupaten Ende, lanjut Melki, Bupati Marsel adalah sosok pemimpin yang sangat konsisten untuk memperjuangkan Pancasila. Dengan melihat kehadiran begitu banyak orang sejak Bupati Marsel meninggal tanggal 26 Mei 2019 hingga acara pemakaman hari ini (Rabu 29 Mei 2019). Ini menunjukan bahwa almarhum Bupati Marsel adalah pemimpin sejati. Kae Marsel pergi dengan cinta banyak orang, tandas Melki.

Di tempat yang sama Agustinus Ngasu (perwakilan keluarga) menyampaikan ucapan terima kasih berlimpah kepada Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat dan Wagub Josef Nae Soi baik dalam kapasitas Pemerintah Provinsi NTT maupun dalam kapasitas pribadi.

Kami juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Ende dan semua lembaga serta siapa saja yang telah mengurus dan memperlancar acara kedukaan ini, ungkap Agus Ngasu, yang juga Sekda Kabupaten Ende.

Usai misa yang dipimpin Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Ende, Romo Sirilus Lena, Pr dan dihadiri puluhan imam konselebran dan ribuan umat serta masyarakat Kabupaten Ende, jenasah almarhum Bupati Marsel Petu dibawa ke Kantor Bupati Ende untuk digelar prosesi pemakaman secara kedinasan yang dipimpin Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat.

Nampak hadir Ketua Komisi V DPR RI, Fary Francis, Ketua DPRD NTT, Haji Anwar Pua Geno, sejumlah anggota DPRD NTT, Walikota Kupang dan para Bupati/Wakil Bupati se-NTT. Dari tingkat provinsi turut hadir, Wakil Kepala Polisi Daerah Nusa Tenggara Timur (Wakapolda NTT), Brigjen Pol. Johni Asadoma, Kepala Dinas Koperasi, Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nakertrans Provinsi NTT (Kadis Kopnakertrans NTT), Dra.Sisilia Sona, Kepala Biro (Karo) Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT, DR. Jelamu Ardu Marius, M.Si, serta Karo Organisasi Setda Prov NTT, Bartol Badar. +++ marthen/citra-news.com/humas setdantt

Gambar : Perarakan Jenazah Bupati Ende, Marselinus YW Petu menuju tempat pemakaman, Rabu 29 Mei 2019. Doc.foto : CNC/Humas dan Protokol Setda Prov. NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *