CEGAH ‘Stunting’ Gubernur VIKTOR Tanam KELOR

Kasatpol PP Provinsi NTT, CORNELIS Wadu (kiri) saat mengawal Gubernur Viktor ke Desa Seki Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang. Tampak Wakil Bupati Kupang JERRY Manafe (ke-2 dari kiri) mendampingi Gubernur Viktor, Rabu 31 Agustus 2019. Doc. CNC/sofian Satpol PP NTT

Budidaya secara massif tanaman kelor (Marungga) hampir merajalela di seantero masyarakat Flobamora. Gerakan Revolusi Hijau dengan menanam ‘Pohon Setan’ ini terus dikembangkan untuk mengatasi kekurangan gizi buruk dan stunting. Juga kelor menjadi sumber devisa baru bagi rakyat di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Citra-News.com, KUPANG – GUBERNUR Nusa Tenggara Timur, VIKTOR Bungtilu Laiskodat kemana-mana dan dimana terus gencar mengkampanyekan kepada masyarakat NTT untuk gemar menanam dan membudidayakan tanaman kelor.

Komitmen ini telah dibangun Gubernur Viktor semenjak awal ia dilantik bersama wakilnya  JOSEF A. Nae Soi di Jakarta. Bahkan di hadapan Sidang Paripurna DPRD NTT di Kupang tanggal 5 September 2018, Gubernur Viktor memberikan pesan tegas nan penuh pengharapan. Bahwa Marungga (kelor) akan dikembangkan menjadi sumber devisa baru bagi masyarakat NTT.

Diikatakannya, Kelor menjadi pohon masa depan yang dianalkan untuk mengatasi kekurangan gizi dan stunting’ yang mencemaskan. Tumbuhan kelor di NTT adalah yang terbaik di dunia sehingga bisa membuatnya menjadi emas hijau yang akan bernilai ekonomi tinggi.

Sebagai wujud dari pernyataannnya itu beberapa upaya konkrit sudah dilakukan sang gubernur ini. Seperti halnya pada Rabu 31 Juli 2019 Gubernur Viktor turun ke Desa Seki Kecamatan Amabi Oefeto Timur Kabupaten Kupang, dan melakukan penanaman perdana pohon kelor. Fakta ini menunjukkan kalau Gubernur Viktor tidak saja bicara di belakang meja. Tapi ia langsung memberikan contoh di tengah warga dengan menceburkan jari jemarinya ke lubang tanaman kelor. Ini luar biasa, bukan?

Gubernur Viktor tanam anakan kelor didampingi Kasat Pol PP Provinsi NTT, Cornelis Wadu di Desa Seki Kecamatan Amabu Oefeti Timur Kabupaten Kupang. Doc. CNC/sofian Satpol PP NTT

 

Program intensifikasi dan ekstensifikasi di bidang pertanian ini sudah tentu memberikan harapan pada peningkatan kesejahteraan. Selain program program strategis penambahan jumlah penangkar benih lokal, memastikan ketersediaan pupuk (organik) tanaman padi, jagung dan tanaman holtikultra lainnya. Serta komoditi-komoditi unggulan sesuai dengan potensi kawasan pertanian yang dimiliki masyarakat.

Terkait pembudidayaan tanaman kelor ini terus-menerus dibicarakan di tataran anggota DPRD Provinsi NTT. Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) misalnya, berharap agar langkah strategis yang dibuat gubernur Viktor ini terus ditingkatkan.

“Pencanangan  penanaman kelor sebagai komoditi bernilai ekonomis perlu diikuti dengan gerakan makan kelor, dan pengembangan desa mandiri kelor. Ini adalah langkah nyata yang perlu terus dilakukan,”ungkap Yucun Lepa, Ketua FPKB pada pendapat akhir fraksi-fraksi terhadap LPJ pelaksanaan APBD Provinsi NTT tahun anggaran 2018, Jumat 21 Juni 2019 lalu.

Bahkan FKB mendukung sepenuhnya pada berbagai kegiatan pertanian dan kegiatan promotif termasuk rencana idustrialisasi pengelolaan kelor sebagai soulsi yang komprehensif dalam pengembangan kelor sebagai komoditi unggulan NTT.

Tampak Kasat Pol PP Provinsi NTT, Ir. CORNELIS Wadu mendampingi Gubernur Viktor (ke-3 dari kiri) dan Wakil Bupati Kupang JERRY Manafe (ke-4 dari kiri) saat rehat di lokasi penanaman kelor Desa Seki Kabupaten Kupang, Rabu 31 Juli 2019. Doc. CNC/sofian Satpol PP Provinsi NTT.

Tidak berbeda dengan FPKB, kedelapan fraksi lainnya pun sangat mendukung pelestarian dan pembudidayaan tanaman kelor. Terutama dalam mencegah gizi buruk dan stunting yang terus-menerus terjadi di tengah masyarakat NTT.

Demikian juga organsisasi perangkat daerah (OPD) yang bersentuhan langsung dengan pembudidayaan tanaman kelor. Dan sebagai pelancar upaya pelestarian tanaman kelor, pihak Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) berbaursatu di dalamnya.

Dibawah kendali CORNELIS Wadu selaku Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasat Pol PP) Provinsi NTT, pada setiap kesempatan terus mengawal OPD lingkup Provinsi yang berniat baik untuk terus mengembangkan dan membudidayakan tanaman kelor.

Kasat Pol PP Provinsi NTT, Ir. CORNELIS Wadu saat diwawancarai citra-news.com di Kantor Satpol PP NTT, di Jalan Polisi Militer Kota Kupang, Timor-NTT, Selasa 30 Juli 2019. Doc. CNC/marthen radja

“Tugas kita adalah mengawal dan mengamankan Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Kepala Daerah (Perkada). Terutama pengawalan terhadap Gubernur selaku kepala daerah, kemana-mana dan dimanapun berada. Tidak saja mengawal tetapi ikut mengambil bagian di dalam kegiatan-kegiatan kepala daerah,”kata Cornelis ketika ditemui citra-news.com di ruang kerjanya, Selasa 30 Juli 2019.

Ditambahkan Sipri, dengan pengawalan secara langsung oleh Kasatpol NTT pada kegiatan penanaman perdana kelor di Desa Seki ini adalah wujud dukungan SatPol PP dalam melestarikan tanaman kelor di Provinsi NTT.

Lebih dari itu, tambah Sipri, giat turun lokasi Kasat Pol PP ini merupakan yang kedua kalinya setelah dilantik  jadi Kasat Pol PP pada Sabtu 27 Juli 2019. Dimana hari pertama pak Kasat Pol PP dan beberapa anggota turun ke lokasi pembangunan Gedung Monumen Pancasila di Tenau Kupang.

Kasat Pol PP Provinsi NTT, Ir. CORNELIS Wadu dididampingi Bidang Penegak Perda dan Perkada, yakni Kepala Seksi (Kasie) Penyelidikan dan Penyidikan, SIPRIANUS Bilaut  dan Kasie Pengawasan Pembangunan dan Penyuluhan, THOBY Ndaomanu di Kantor Satpol PP NTT, di Jalan Polisi Militer Kota Kupang, Timor-NTT, Selasa 30 Juli 2019. Doc. CNC/marthen radja

“Iya, kami turun untuk memberhentikan semua aktivitas di  lokasi. Karena Bapak Gubernur sudah perintahkan melalui surat pemberhentikaan pekerjaan proyek sejak Jumat 26 Juli 2019. Sehingga kami sudah koordinasikan dengan Kadis PUPR NTT untuk menutup lokasi pembangunan untuk aktivitas apapun,”kata Cornelis.

Sembari menambahkan, setelah resmi menjabat sebagai Kasat Pol PP pda kesempatan yang kedua ini saya sendiri (Cornelis Wadu, red) langsung mengawal bapak Gubernur ke Desa Seki. Ditambah dengan beberapa anggota Pol PP dibawah kendali pak SOFIAN selaku Kasie pelatihan dasar dan teknis fungsional bidang SDA. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *