PULUHAN Rumah Warga DISAPU Gelombang PASANG

Untuk menghindari gelombang susulan ratusan warga pesisir 2 (dua) kecamatan di Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur, diungsikan ke lokasi yang lebih nyaman. Upaya dini yang dilakukan pemerintah adalah melalui bantuan tanggap darurat.

Laporan : Armando/CNC

Editor : marthen radja

Maumere, citra-news.com – PENJABAT Bupati Sikka, Drs. Mekeng Florianus meminta ratusan warga yang terkena dampak gelombang pasang, diungsikan ke lokasi yang lebih aman.

Permintaan Mekeng tersebut saat mengunjungi lokasi bencana di Desa Ipir Kecamatan Bola dan Desa Sikka Kecamatan Lela Kabupaten Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur.

“Memang kondisi gelombang laut cukup tinggi beberapa hari terakhir ini. Tapi warga masyarakat sekitar pesisir tidak membayangkan hari itu kalau rumah mereka hancur diterjang gelombang pasang,”demikian Kepala Desa Ipir, Herkulanus Nikomedes.

Kepada citra-news.com Niko mengatakan, tinggi gelombang antara 4-8 meter terjadi dipantai Selatan Kabupaten Sikka – Flores, khususnya di beberapa desa pesisir telah terkena dampak. Untuk Desa Ipir terdata sebanyak 10 rumah mengalami rusak berat dan rusak ringan. Meskipun tidak menimbulkan korban jiwa namun kerugian bisa ditaksir ratusan juta rupiah.

Terhadap kerugian ini, selaku aparat desa pihaknya telah membuat laporan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan beberapa instansi yang berkaitan dengan urusan social kemanusiaan, agar mendapat perhatian dari pemerintah.

“Apakah bantuan dalam bentuk material atau immaterial tapi yang pasti warga masyarakat yang terkena dampak bencana gelombang pasang berharap bantuan segera diturunkan. Jika harus mengungsi (relokasi tempat tinggal) ke wilayah lain, itu juga menjadi kewenangan pemerintah daerah,”tuturnya.

Lebih jauh dijelaskan, warga pesisir desa Ipir umumnya bermata pencaharian sebagai petani dan nelayan musiman saja. Artinya saat laut tenang pada bulan-bulan tertentu baru petani turun ke laut mencari ikan. Sehingga sudah beberapa hari ini warga tidak melaut karena didera gelombang pasang.

Sehari sebelumnya, yakni pada Selasa 24 Juli 2018 di desa Sikka Kecamatan Lela,  ratusan warga harus kehilangan tempat tinggal akibat disapu gelombang. Sedikitnya 9 rumah yang mengalami rusak berat dan beberapa lainnya rusak ringan.

Terkait bencana gelombang pasang tersebut Penjabat Bupati Sikka dan Forkopimda, serta beberapa anggota DPRD Sikka melakukan kunjungan ke lokasi bencana. Para petinggi di lini eksekitif dan legislative Kabupaten Sikka juga tidak berbuat banyak karena bencana bukanlah sesuautu yang direncanakan.

“Yang namanya bencana alam sama sekali diluar dugaan. Namun warga diminta untuk tetap tenang. Kepada warga yang terkena dampak diminta untuk segera mengungsi ke lokasi yang lebih aman.  Pemerintah Kabupaten Sikka tetap memperhatiklan keluhan warga yang menjadi korban. Untuk langkah awal pemerintah membantunya melalui upaya tanggap darurat,”kata Mekeng. +++ amor/cnc

Gambar : Penjabat Bupati Sikka, Mekeng Florianus berkunjung ke lokasi bencana gelombang pasang di Desa Ipir Kecamatan Bola Kabupaten Sikka Provinsi NTT.  Doc.CNC/Armando

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *