MEMALUKAN, Obed Naitboho GANTI Plat Mobnas DH 2 C

Mobil Dinas (Mobnas) milik Pemda TTS (kiri) diganti plat nomor ke DH 1000 CA  oleh Mantan Wakil Bupati TTS, Drs. OBED Naitboho, M.Si (kanan). Doc. CNC/Jor Tefa – Citra News

Kejahatan bukan timbul karena niat tapi karena kesempatan. Waspadalah… waspadalah! Pesan moral bang Napi ini sedikit ditiru oleh Mantan Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho. Dengan berkesempatan mengganti plat nomor dari sebelumnya DH 2 C ke DH 1000 CA bukankah itu indikasi kejahatan? Memalukan…..

Citra-News.Com, SOE – MANTAN WAKIL BUPATI Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Drs. OBED Naitboho, M.Si akhirnya luluh juga hatinya untuk menyerahkan satu unit mobil dinas (Mobnas) yang dipakainya semenjak jadi Wakil Bupati TTS periode 2013-2018.

Padahal sejak dilantiknya Bupati EGUSEM Pieter (EPY) Tahun dan Wakil Wakil Bupati (Wabup) JOHNY Army Konay, pada 14 Pebruari 2019 kendaraan roda empat milik Pemda TTS itu harus sudah ada di garasi Dispenda TTS. Untuk selanjutnya digunakan oleh Wabup Army Konay sebagai kendaraan operasional.

Tapi naifnya terhitung sejak Obed Naitboho purnatugas hingga Senin 21 Oktober 2019, baru dia kembalikan Mobnas DH 2 C. Itupun setelah ada upaya paksa dari beberapa institusi seperti Satpol PP dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten TTS. Konon, ketika melalui Satpol PP TTS melakukan upaya pendekatan humanis, sang mantan Wabup TTS itu berang bahkan naik pitam.

Namun Pemda TTS dalam hal ini Sekda selaku Penanggungjawab barang negara menyurati Kejari TTS agar membantu menarik kendaraan dinas bernomor Polisi DH 2 C itu. Pihak Kejari TTS pun mengamini untuk memediasinya namun awalnya juga mendapat tantangan. Melalui media massa cetak dan media online (Portal Berita) public TTS terus mendesak agar barang negara itu berpindah tangan tanpa prosedur yang jelas. Jangan-jangan ada kongkalingkong antar oknum pejabat untuk menghilangkan barang bukti.

Mobil Dinas (Mobnas) DH 2 C milik Pemda TTS diganti plat nomor ke DH 1000 CA  oleh Mantan Wakil Bupati TTS, Drs. OBED Naitboho, M.Si tiba di halaman Kejari TTS di SoE, Senin 21 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa – Citra News

Bisa diacungi jempol atas kepiawaian Kejari TTS, khususnya Kepala Kejari (Kajari), Fachrizal SH. Lantaran Obed Naitboho saat ini adalah anggota DPRD Provinsi NTT, Kejari TTS menyurati Obed melalui lembaga dewan yang terhormat di ibukota Provinsi NTT, Kupang.

“Iya kami sudah terima surat dari Kejari TTS pada Selasa 15 Oktober 2019. Surat tersebut sifatnya pribadi ke pak Obed Naitboho yang kebetulan saat ini anggota DPRD NTT. Nanti beliau kembali kunjungan kerja (Kunker) dari TTS pasti juga akan dipangil ibu Nomleni, Ketua DPRD NTT, untuk mempertanggungjawabkan isi surat Kejari ini,”terang Drs. Tobias B. Ngongo, Sekretaris Dewan DPRDC Provinsi NTT, Jumat 18 Oktober 2019.

Tapi rupanya goncangan jiwa Obed Naitboho melebihi niat bulusnya. Sehingga pada Senin 21 Oktober 2019 atau tepatnya pukul 12.30 Wita, satu unit mobil plat hitan bernomor Polisi DH 1000 CA tiba di halaman Kejaksaan Negeri TTS di SoE. Koq DH 1000 CA?

Teka-teki ini terus menghantui awak media yang sudah memadati halaman Kejari TTS. Ternyata mobil Pajero Sport GLX itu adalah Mobil dinas milik Pemda TTS yang bernomor Polisi DH 2 C yang selama ini digunakan oleh mantan Wabup TTS, Obed Naitboho.

ABA Saleh, Kepala PKAD TTS. Doc. CNC/Jor Tefa-Citra News

“Mobil DH 2 C yang diserahkan Senin 21 Oktober 2019 oleh mantan Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho akan kami periksa fisik dan kondisi mobilnya. Serta kami akan proses penetapan jual dan setelah itu baru mobilnya kami serahkan kembali ke pak Obed Naitboho,”jelas ABA Saleh, Kepala PKAD Kabupaten TTS kepada wartawan Senin siang.

Sembari menambahkan, lamanya untuk proses sampai penyerahan kembali kurang lebih 2 (dua) minggu mulai dari sekarang (21 Oktober 2019, red).

Ternyata Ada Proses Sewa Beli

Mantan Wakil Bupati TTS, Obed Naitboho pun membuka ‘rahasia’ kenapa dirinya bersikeras menggunakan barang negara yang bukan miliknya itu.

Berikut penuturannya, Mobil DH 2 C yang saya (Obed Naitboho, red) gunakan karena ada proses sewa beli. Dan dasar hukumnya adalah PP Nomor 84 tahun 2014 tentang Penjualan Barang Milik Daerah. Sehingga pejabat atau mantan pejabat berhak untk sewa beli kendaraan perorangan milik pemerintah.

Saya, lanjut dia, sudah mengajukan permohonan sewa beli dari tanggal 8 Agustus 2018. Karena terjadi transisi pemerintah maka saya hanya dapat persetujuan untuk pinjam pakai, sampai menunggu proses sewa beli. Serta hari ini saya serahkan mobil DH 2 C sambil menunggu proses sewa beli. Dan Pemda TTS berjanji  bahwa akan segera diproses dalam waktu 2 minggu, ungkap Naitboho kepada wartawan di halaman kejari TTS di SoE, Senin 21 Oktober 2019.

Kajari TTS, FACHRIZAL, SH memberikan keterangan pers. Doc. CNC/Jor Tefa-Citra News

Terhadap senandung asa dengan teka-teki bersayap ini, Kajari Fachrizal, SH kepada awak media menuturkan, hari ini Senin 21 Oktober 2109 yang bersangkutan (Obed Naitboho, red) telah menyerahkan mobil dinas DH 2 C. Dan kami dari pihak Kejari SoE akan menyerahkan mobil dinas ini ke Pemda TTS untuk diurus proses kepemilikannya sesuai atura yang berlaku.

“Hari ini kami menyerahkan mobil dinas DH 2 C ke Pemda TTS. Dan setelah kami menyerahkan mobilnya maka urusan kami sudah selesai,”ucap Fachrizal. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *