Membuntuti Program KAPOLRI Polres TTS Giat OPERASI

Kompol HERMAN Bessie pimpin apel bersama di halaman Mapolres TTS di SoE, Rabu, 23 Oktober 2019. Doc. CNC/Jor Tefa-Citra News.

Herman Bessie: Rendah kesadaran berlalulintas menjadi biang meningkatnya pelanggaran. Polisi sebagai penggerak revolusi mental sekaligus pelopor tertib social, salah satu yang menjadi focus perhatiannya adalah keselamatan bagi pengguna jalan.

Citra-News.Com, SOE –  KEPOLISIAN RESOR Timor Tengah Selatan (Polres TTS) pada Rabu 22 Oktober 2019 menggelar apel bersama di halaman Mapolres di SoE. Apel bersama yang menghadirkan anggota jajaran Kodim 1621, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpl PP), DLLAJR, Jasa Raharja, dan unsure Dispenda TTS tersebut dipimpin oleh Wakapolres TTS, Komisari Polisi (Kompol) HERMAN Bessie.

Kompol Herman dalam sambutannya mengatakan, polisi lalu lintas (Polantas) terus berupaya melaksanakan (giat, red) program Kapolri yang disebut PROMOTEL. Yaitu Proporsional, Modern, dan Terpercaya sesuai dengan amanat UU Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Mengikuti program ‘Promotel’ ini, demikian Komisarin Polisi (Kompol) Herman, maka perlu dilaksanakan hal-hal sebagai berikut. Pertama, Mewujudkan dan memelihara keamanan, keelamatan dan ketertiban berlalulintas; Kedua, meningkatkan kualitas keselamatan dan menurunkan tingkat kecelakaan; Ketiga, Membangu budaya Tertib berlalulintas; Dan keempat, Meningkatkan kualitas pelayanan public.

Keempat hal ini merupakan hal konkrit yang bisa ditangani dan harus diterima dan dijalankan oleh semua pihak. Dan polisi sebagai penggerak revolusi mental sekaligus pelopor tertib social, salah satu yang menjadi focus perhatiannya adalah keselamatan bagi pengguna jalan. Karena keselamata adalah sesuatu yang utama dan pertama dalam berlalulintas. Dalam konteks ini maka lalulintas sebagai urat nadi kehidup.

Kesadaran berlalulintas, lanjut Herman, baik pejalan kaki, pengendara kendaraan bermotor, dan pengendara lainnya masih sangat rendah. Hal ini dibuktikan dengan meningkatkan jumlah pelanggaran hingga menimbukan korban jiwa.

Data Operasi Zebra tahun 2018 menyebutan, di Kabupaten TTS terjadi sebanyak 60 kejadian fatal jika dibandingkan dengan data tahun 2017. Dimana kejadian tahun 2018 itu ada 13 korban meninggal dunia dalam mana terjadi peningkatan (plus) 4 orang) jika dibandingkan dengan kejadian serupa pada tahun 2017.

Demikian juga pelanggaran operasi zebra tahun 2018 sebanyak 6.233 kasus atau meningkat sebesar 15 persen dari tahun 2017 atau sebanyak 5.417 kasus. Dan pelanggaran operasi Zebra dimaksud diantaranya kelengkapan surat-surat kendaraan, penggunaan helm, dan pelanggaran terhadap rambu-rambu lalu lintas, sebut Herman. +++ jofan/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *