Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Dari TAMAN NOSTALGIA Politik KOLABORASI Diuji, UMKM Didorong, KEBERSAMAAN Dikuatkan

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Ketua Dekranasda, dr. Widya Cahya Widodo, mendampingi Wakil Wali Kota Kupang, Serena Corsgrova Francis, S.Sos., M.Sc menerima cinderamata dari Jerry Simamora, Sabtu (02/5/2026). Doc. CNC/ Prokompim setdakotakpg.

Satu hal yang tampak jelas dari SABOAK Tamnos bahwa politik pembangunan Kota Kupang sedang diarahkan pada kolaborasi, inklusivitas, dan keberpihakan pada ekonomi rakyat.

Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Kota Kupang kembali menunjukkan wajah politik pembangunan yang inklusif dan berorientasi rakyat melalui dukungan nyata terhadap kegiatan PEKEN JASINDO.

Di ruang publik Taman Nostalgia (Tamnos), pada Sabtu (2/5/2026) petang hadir sejumlah petinggi. Mereka adalah Pimpinan Cabang PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) Kupang, Jerry Simamora beserta jajaran, unsur Forkopimda Kota Kupang, Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekda Kota Kupang, Hengky C. Malelak, S.STP., M.Si.

Baca Juga :  Bank NTT, Pelopor Penggerak Ekonomi Masyarakat NTT

Juga tampak Ketua Tim Penggerak PKK dan Ketua Dekranasda Kota Kupang, dr. Widya Cahya Widodo, pimpinan perangkat daerah lingkup Kota Kupang, camat dan lurah setempat, perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, perwakilan OJK NTT, para pimpinan perbankan, pekerja seni dan pelaku UMKM, para guru, tenaga kependidikan, pelajar dan mahasiswa, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat.

Wakil Wali Kota (Wawalkot) Kupang, Serena Corsgrova Francis, S.Sos., M.Sc. hadir bukan sekadar seremonial. Tetapi membawa pesan kuat tentang arah kebijakan daerah, yakni ekonomi kerakyatan harus tumbuh dari semangat kebersamaan.

Baca Juga :  PID Harus Mampu Mensejaterahkan Rakyat

Dalam perspektif pemerintahan, kehadiran Wawalkot Kupang, Serena Francis pada kegiatan yang digagas PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menegaskan pentingnya sinergi antara negara, swasta, dan masyarakat. Ini bukan hanya agenda event. Melainkan bagian dari strategi politik pembangunan daerah yang menempatkan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi lokal.

Serena Francis menekankan bahwa tema “Ketong Baku Dukung, Ketong Baku Sayang” bukan jargon kosong. Dalam kacamata kebijakan publik, nilai ini menjadi fondasi sosial yang memperkuat stabilitas dan daya tahan ekonomi Kota Kupang. Pemerintah membaca bahwa pembangunan tidak cukup dengan program, tetapi harus ditopang oleh solidaritas sosial yang hidup di masyarakat.

Baca Juga :  BANK NTT Sodorkan TENUN Untuk ASN Juga Masyarakat Umum

Momentum kegiatan yang bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2 Mei juga dimanfaatkan sebagai narasi politik yang cerdas. Pemerintah ingin menegaskan bahwa pendidikan tidak hanya berlangsung di ruang kelas, tetapi juga dalam praktik kehidupan sosial-ekonomi masyarakat, termasuk melalui pemberdayaan UMKM dan literasi publik.

Beragam kegiatan yang dihadirkan – mulai dari bazaar UMKM, edukasi asuransi, hingga layanan publik – mencerminkan pendekatan pembangunan terpadu. Pemerintah Kota Kupang melihat ini sebagai model integrasi layanan: ekonomi, pendidikan, kesehatan, dan sosial hadir dalam satu ruang interaksi masyarakat.