DANIEL Guru BI Dari AMERIKA Untuk SMKN 5 Kupang

DANIEL Courteau (kiri) dan Dra. SAFIRAH C. Abineno. Doc. CNC/marthen radja-Citra-News

Menjadi salah satu Misi dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2018-2023 adalah peningkatkan kualitas SDM. Upaya untuk mewujudkan misi ini Pemerintah Provinsi NTT selain memanfaatkan semua potensi  yang ada, juga menjalin kerjasama antarnegara di bidang pendidikan.

Citra-News.com, KUPANG – KEPALA SEKOLAH Menengah Kejuruan Negeri 5 Kupang, Dra. SAFIRAH Cornelia Abineno mengatakan, berbagai upaya pihak telah dilakukannya untuk menciptakan out put (lulusan) smkn 5 Kupang yang bermutu dan mampu berdaya saing.

Agar SMKN 5 Kupang mampu menghasilkan siswa yang bermutu dan berdaya saing, menurut Safirah,  maka guru dan tenaga kependidikan perlu ditingkatkan kompetensinya. Terbukti, pada waktu lalu para guru di SMKN 5 Kupang telah dibekali kompetensinya melalui pendidikan dan latihan (Diklat).

Pada hari ini Senin 28 Oktober 2019 atau tepatnya di Hari peringatan Sumpah Pemuda  ke-91, ungkap Safirah, kami di SMKN 5 Kupang mendapat ‘jatah’ relawan guru bahasa Inggris (BI) dari Amerika Serikat.

“Hari ini pak DANIEL  COURTEAU melakukan orientasi selama tiga hari. Dan selanjutnya SMKN 5 Kupang kiranya bisa menjadi sekolah pilihan bagi Peace Corps Indonesia untuk kembali menempatkan pak Daniel bertukar pengalaman sekaligus membagi ilmu pengetahuan yang dimilikinya untuk sekolah ini,”ucap Safirah.

Menurut dia, kehadiran Daniel tidak seorang diri. Sarjana Ekonomi dari Universitas Buffalo namun lebih memilih mengajar Bahasa Inggris di banyak sekolah di New York itu ditemani oleh 7 (tujuh) orang guru relawan lainnya. Para guru relasan itu nantinya ditempatkan di SMA/SMK se-Kota Kupang.

Sebelum ke Kupang ibukota Provinsi NTT, kata Safiraf, para relawan dari Peace Corps Indonesia ini stay di Kediri setelah satu bulan mereka melakukan orientasi di Surabaya. Sejak bulan Mei para guru relawan dari berbagai negara berada di TC (training center) Kediri. Dari Kediri mereka menyebar dan salah satunya ke Provinsi NTT.

Dan para guru relawan ini sampai datang ke Kupang adalah hasil kerjasama antara pemerintah Provinsi NTT dengan pihak Peace Corps Indonesia. Yang adalah sebuah NGO yang bergerak di bidang peningkatan SDM (sumber daya manusia) dengan sasarannya melalui lembaga pendidikan formal di level SMA/SMK, jelas Safirah.

Pose bersama DANIEL Courteau dan Dra. SAFIRAH C. Abineno. Doc. CNC/marthen radja-Citra-News

“Tentunya para guru relawan ini tidak hanya bertukar pengalaman soal pendidikan. Namun juga kebudayaan, pariwisata, juga aspek social masyarakat lainnya. Jadi semacam pertukaran informasi mengenai karakter dan social budaya masyarakat. Tentang bagaimana kehidupan social budaya orang Kupang NTT Indonesia dengan orang Amerika, misalnya. Selama dua tahun penempatan mereka  di Indonesia, akan ada banyak hal positif yang kita dapat, jelas Safirah.

Sementara, EDISIUS Goa salah satu Guru Bahasa Inggris di SMKN 5 Kupang menambahkan, selama tiga hari orientasi akan ditelisik banyak hal. Untuk penataan manajemen sekolah dan bidang penanganan masing-masingnya, ada pada kepala sekolah dan wakil kepala sekolah. Sementara mengenai metode pengajaran (Bahasa Inggris) khususnya ada pada guru mata pelajaran bahasa Inggris.

“Dalam masa orientasi selama tiga hari ke depan ini, pak Daniel merekamnya untuk kemudian dipresentasekan di hadapan supervisor Peace Corps Indonesia di tempat stay mereka di Kediri. Nanti disitu dievaluasi kelebihan dan kekurangannya untuk kemudian menjadi input manakala para Volunter bertugas selama dua tahun di sekolah pilihan nantinya. Kami yakin pak Daniel nantinya ditempatkan di SMKN 5 Kupang,”ungkap Edi. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *