Saatnya SOLUSI Petani Menggunakan ECO FARMING (bagian 2)

ZULKIFLI, Agen Resmi Penyalur Eco Farming Provinsi NTT. Doc. CNC/marthen-Citra News
Eco Farming dapat menekan kebutuhan semua jenis pupuk lainnya sampai 25 persen bahkan Nol persen. Sehingga menjadi alternative pengembangan produksi pertanian sehat dan ramah lingkungan. Pupuk organic super aktif Eco Farming juga lebih praktis,efektif, efisien, dan sangat ekonomis.
Citra-News.Com, KUPANG – HASIL PENELITIAN Ahli pertanian lebih dari 8 tahun telah teruji dan terbukti ECO FARMING mampu mengembalikan kesuburan tanah , menjadi tenaman sehat dan produktif serta ramah lingkungan.
Demikian ZULKIFLI, Agen Resmi Penyalur Eco Farming kepada wartawan Portal Berita citra-news.com di Kupang Provinsi NTT, Minggu 12 Januari 2020.
Dia menuturkan, pupuk organic super aktif bernutrisi lengkap ini mengandung unsure hara lengkap sesuai kebutuhan tanaman. Eco Farming juga dilengkapi dengan bakteri positif yang akan menjadi biokatalisator dalam proses memperbaiki sifat fisik biologi dan kimia dalam rangka mengembalikan kesuburan tanah.
“Kondisi NTT yang sebagian besar wilayah memiliki tanah yang kurang subur, Eco Farming adalah solusinya. Jika dibandingkan menggunakan pupuk non organic maka pupuk organic super aktif bernutrisi lengkap Eco Farming menjadikan tanaman lebih sehat dan produktif berlipatganda hasilnya. Karena sudah terkandung didalamnya bakteri positif untuk mengembalikan kesuburan tanah,”jelas Zulkifli.
Pengusaha asal Aceh namun sangat mencintai rakyat NTT ini, bahkan telah melakukan survey di beberapa lokasi pertanian di Kabupaten Kupang. Zulkifli juga sudah melayani beberapa petani sawah terutama dan hasilnya membuktikan kalau pupuk organik Eco Farming memberikan manfaat ganda. Selain untuk tanaman padi juga tanaman pertanian dan holtikulturan lainnya, seperti sayur-sayuran dan kacang-kacangan.
“Pokoknya pupuk organic Eco Farming berguna untuk tanaman pertanian jenis apa saja termasuk buah-buahan. Daripada mengarapkan pupuk subsidi daripada pemerintah yang juga sulit beredar di masyarakat. Solusinya menggunakan Eco Farming lebih praktis,efektif, efisien, dan sangat ekonomis atau menghemat biaya pemupukan,”tandasnya.
Seperti dilansir media Portal Berita Citra-News.Com ini sebelumnya dibawah judul, ECO FARMING Solusi Cerdas Mengatasi KELANGKAAN Pupuk (bagian 1), pupuk organic Eco Farming memang sangat cocok untuk kondisi NTT dengan curah hujan yang sangat sedikit. Apalagi di beberapa spot lahan pertanian dengan kondisi tanah kritis atau tidak layak dijadikan lahan garapan. Tapi apa mau dikata seperti pepatah mengatakan, tiada akar rotanpun berguna. Maka mau tidak mau sang petani harus menggarap areal lahan yang dimilikinya itu.


Untuk mengatasi kondisi lahan kritis dan perolehan pupuk seperti urea, Fosfor, atau NPK buatan yang sulit disemua lini, Eco Farming salah satu jalan keluar yang pas. Seperti dikatakan H. MA’MUNIR, SP, Ahli Pertanian dari Institut Pertanian Bogor bahwa Eco Farming memiliki 2 (dua) sasaran utama. Yakni pertama, memperbaiki struktur dan tekstur tanah (sifat fisik tanah) dan biologi dan kimia tanah. Sehingga lahan menjadi sehat dan subur sebagai media tumbuh bagi tanaman.
Kedua, menyediakan nutrisi atau unsure hara tanaman lengkap. Sehingga tanaman akan tumbuh normaldan sehat serta akan menghasilkan produski panen optimal bahkan maksimal (minimal 6 kali/musim sesuai siklus hidup tanaman).
Menurut Ma’munir dan dipertegas lagi oleh Zulkifli, manfaat utama Eco Farming menjadikan tanah subur kembali sebagai media tumbuh. Dan tanaman yang tumbuh berkembang diatasnya akan normal dan sehat.
Aplikasi atau Cara Menggunakan Produk Eco Farming
Soal harga, tambah Zulkifli, per paket basic (1 HU) sebesar Rp 1.600.000,- mendapat 8 (delapan) box. Dari 8 box ini bisa digandakan penggunaannya dengan cara yang sangat mudah.
Formulasi aplikasi Eco Farming untuk tanaman padi sawah dengan luasan 1 hektar, jelas Zulkifli, pertama, Untuk 10 tube Eco Farming dilarutkan terlebih dahulu dengan 10 liter air minimum 15 menit sebelum aplikasi semprot. Semakin lama dilarutkan semakin baik. Apabila larutan Eco Farming disimpan dalam waktu lama bisa ditambahkan molase (air tetesan tebu) atau air gula 10 persen dari volume larutan tersebut.


Kedua, Dosis standar 10 liter per hektar dibagi dua dengan ketentuan: (a) 6 liter untuk aplikasi semprot di lahan minimum 5 hari sebelum tanam. Untuk memudahkan apabila luasan 1 Ha biasanya 10 kali semprot. Maka 6 liter dibagi kedalam 10 botol plastic bekas air mineral sehingga dosis yang didapat 600 ml (milli liter) per sekali semprot.
(b) 4 Liter untuk aplikasi semprot 4 tahapan, yaitu (1) Apabila 1 Ha biasanya 10 kali semprot maka 1 liter dibagi kedalam 10 gelas plastic bekas air mineral sehingga didapat dosis 100 ml per sekali semprot pada saat umur 14 hari setelah tanam. (2) Apabila 1 Ha biasanya 12 kali semprot maka 1 liter dibagi kedalam 12 gelas platik bekas air mineral sehingga didapat dosis 83,3 ml per sekali semprot pada saat umur 28 hari setelah tanam. (3) Apabila 1 Ha biasanya 12 kali semprot maka 1 liter dibagi kedalam 12 gelas platik bekas air mineral sehingga didapat dosis 83,3 ml per sekali semprot pada saat umur 42 hari setelah tanam. (4) Apabila 1 Ha biasanya 12 kali semprot maka 1 liter dibagi kedalam 12 gelas platik bekas air mineral sehingga didapat dosis 83,3 ml per sekali semprot pada saat umur 56 hari setelah tanam.
Cara mendapatkan produk Eco Farming dan penjelasan tambahan, Zulkifli mempersilahkan para pihak yang membutuhkannya, mendatangi Agen Penyalur, Zulkifli dengan alamat : Kelurahan Solor Kecamatan Kota Lama, Kupang Provinsi NTT. Atau menghubungi melalui telpon seluler (handphone/HP) dengan nomor 081238460806. Pihaknya siap melayani anda berapapun pesanan anda. (bersambung ke bagian3). +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *