Kemedikbud Bangun Tambah USB PARIWISATA di Provinsi NTT

Ny. JULIE Sutrisno Laiskodat (kanan) berdampingan dengan Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat pada HUT Kemerdekaan RI ke-74 tanggal 17 Agustus 2019 di Kupang, Timor NTT. Doc.marthen radja/citra-news,com

Astaga….! Banyak pihak menyayangkan Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur saat ini sedang ‘mati suri’. Kepala dinas dipandang tidak banyak inovasinya juga tidak bijak membangun sektor pariwisata. Padahal pariwisata menjadi program prioritas ala Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat.  

Citra News.Com, KUPANG –  SPIRIT pembangunan yang digelorakan dan terus menggema ke tengah publik adalah NTT Bangkit Menuju Sejahtera. Sayangnya pariwisata menjadi program prioritas sekaligus prime mover pembangunan perekonomian, dipandang hanya lip servive semata. Model pembangunan kepariwisataan yang ada dinilai tidak teraplikatif secara cerdas oleh pihak dinas.

Demikian sumber yang diterima media ini di Kantor Dinas Pariwisata Provinsi NTT, Kupang, Rabu 22 Juli 2020. Sumber yang meminta namanya tidak dipublikasikan itu menyatakan dunia pariwisata di NTT Provinsi NTT saat ini sedang mati suri bila tidak dikatakan lesu. Ini bukan terdampak oleh Covid-19 namun karena kepala dinasnya tidak cerdas dalam mengelola pembangunan kepariwisataan yang ada.

Menurutnya ada beberapa fakta kepala dinas salah menterjemahkan program yang menjadi tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) dinas pariwisata. Diantaranya saat Gubernur NTT melakukan safari ke Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) beberapa waktu lalu, menghendaki kabupaten TTS menjadi salah satu destinasi baru pariwisata. Pengembangan Ekowisata di wilayah Mutis menjadi bidikannya sehingga semua sektor harus saling sinergis dalam membangun.

Tapi apa lacurnya, ungkap sumber itu, Dinas Pariwisata Provinsi NTT melakukan pengadaan anakan pisang dan diangkut menuju lokasi. Saat tiba di lokasi masyarakat menyampaikan terima kasih karena pemerintah NTT sudah menyumbang anakan pisang untuk pakan ternak sapi. Dan benar saat ini tidak ada satupun anakan pisang yang ditanam.

“Kalaupun ada masyarakat yang tanam tapi tidak satupun yang hidup. Karena musim kering saat ini warga kesulitan air bersih. Untuk konsumsi saja susah apalagi untuk menyiram tanaman pisang yang dibagikan ke warga itu. Anehnya lagi pengadaan anakan atau bibit tanaman bukan Tupoksinya dinas pariwisata. Itu urusan dinas pertanian atau dinas kehutanan,”tegasnya.

Untuk lebih jelasnya, saran sumber itu, agar awak media menemui sang kepala dinas (Kadis). Iya syukur-syukur bisa bertemu dan wawancara langsung. Karena semenjak sang Kadis menjabat disini (Dinas Pariwisata NTT,red) sangat jarang bahkan hampir tidak ada berita soal pembangunan pariwisata yang menjadi Tupoksi kita. Padahal peran media sangat dibutuhkan untuk mempopularitaskan dunia pariwisata. Sehingga publik bisa mengetahui secara meluas.

Menjawab informasi lanjutan dari sang Kadis setelah mendampingi Gubernur NTT melakukan kunjungan kerja ke Labuan Bajo pekan lalu, ia menyarankan awak citra-news.com bertemu langsung sang Kadis Wayan Darmawa.

SMKN Pariwisata Segera Dibangun di Labuan Bajo

Pada kesempatan terpisah, Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dinas Pendidikan dan kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (Kabid Dikmen Dinas P dan K Prov. NTT), MATHIAS M.BEEH, S.ST PAR,MM mengatakan, pihak Kementerian Pariwiata RI akan membangun satu Unit Sekolah Baru (USB) di Labuan Bajo Kabupaten Manggarai Barat Provinsi NTT.

“USB yang dibangun ini nantinya lebih spesifik soal pariwisata. Jadi SMKN Pariwisata akan hadir di Provinsi NTT. Ini berkat perjuangan dari ibu Julie Sutrisno Laiskodat selaku anggota DPR RI. Kita patut memberikan apresiasi kepada beliau yang begitu peduli dengan pariwisata di NTT,”jelas mantan Kepala SMKN 1 Kupang yang akrab disapa Mat.

 MATHIAS M.Beeh, S.ST.Par, MM. (ke-2 dari kiri) menunjuk Sertifikat BNSP SMKN 1 Kupang dan pose bersama staf guru usai UN Maret 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Ditegaskan, sektor pariwisata sebagai prime mover pembangunan perekonomian bagi masyarakat kita, maka perlu ada intervensi dari banyak pihak. Pemerintah agar provinsi yang memiliki aneka potensi kepariwisataan ini ke depannya terus berkembang maju. Kolaborasi dan sinergisitas semua sektor dalam membangun sangat dibutuhkan untuk memajukan pariwisata NTT. Dengan hewan Komodo di Labuan Bajo yang sudah menjadi icon dari tujuh keajaiban dunia (News Seven Wonders) perlu terus kita lestarikan.

Lembaga pendidikan sebagai bagian dari kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang handal perlu dibangun secara baik. Pemerintah menghendaki pembangunan yang tepat mutu dan tepat sasaran. Untuk itu adalah tepat bila pemerintah pusat membangun tambah satu USB SMKN Pariwisata di Labuan Bajo Flores NTT, tandasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *