Gubernur VIKTOR Nyatakan SIAP Didemo Warga

Ilustrasi Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat saat memberikan sambutan di SMPN 6 Nekamese Kabupaten Kupang, Timor Provinsi NTT, Sabtu 15 Agustus 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Lasikodat mengingatkan para pimpinan OPD yang tidak mampu menterjemahkan visi misi pembangunan yang ada, akan dinonjobkan. Sebagai pejabat publik harus siap dikritik dan tidak disukai oleh masyarakat. Termasuk saya selaku gubernur, bila ada elemen masyarakat yang tidak suka dengan saya, yo monggo

Citra News.Com, KUPANG – PEMERINTAH Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov NTT) dibawah kepemimpinan Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat dan Wakilnya JOSEF Adrianus Nae Soi, telah menorehkan visi NTT Bangkit Menuju Sejahtera.  Dipastikan dalam menterjemahkan visi ini ke program aksi demi perubahan, akan mendapat tantangan yang luar biasa dari elemen masyarakat.

“Gubernur adalah pejabat public. Sebagai pejabat publik harus punya visi jelas, tegas dan fokus serta punya komitmen. Kalau dalam membuat kebijakan-kebijakan untuk sebuah perubahan lalu ada masyarakat yang tidak suka, iya wajarlah. Sebagai gubernur saya siap didemo warga. Ini bentuk evaluasi publik,”demikian Gubernur Viktor Laiskodat dalam acara coffee morning bersama wartawan media cetak, elektronik, dan media online, di Rujab Gubernur NTT bilangan Jalan El Tari Kota Kupang, Timor-NTT, Jumat 28 Agustus 2021.

Diketahui, even akbar dan baru pertama kali terjadi hampir dua tahun Viktor Laiskodat jadi Gubernur NTT. Sejumlah usul saran dan pendapat bernada miris terkait visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur NTT periode 2018-2023 ‘dilelang’ habis hari itu.

Menurut dia, gubernur adalah pejabat public. Karena itu wajar kalau tidak disenangi, dikritik, dicerca, atau didemo hanya karena dianggap salah dalam membuat kebijakan. Sebagai pejabat public harus dievaluasi dari masyarakatnya. Apakah berbentuk aksi demo, surat terbuka atau tidak disenangi elemen masyarakat. Ini sebagai bentuk evaluasi kinerja.

“Agar tidak dikritik public, lalu pura-pura baik, sopan. Tapi sesungguhnya jahat. Jadi pejabat public jangan setengah-setengah. Kerja harus sungguh-sungguh dan harus terima segala kritikan sebagai bahan evaluasi. Sebagai gubernur saya dikrik atau tidak disenangi, yo monggo. Itu sah-sah saja, wong Viktor Laiskodat gubernur.  Hei gubernur Viktor Laiskodat kami tidak senang karena alasan bla-bla. Kami  buat aksi demo karena ini…ini…ini. Harus jelas argumentasi dan alasannya. Tapi jangan coba-coba menyerang atau menghujat pribadi,’tegas Gubernur Viktor.

Terkait visi NTT Bangkt Menuju Sejahtera, dia menjelaskan Provinsi NTT merupakan wilayah potensial pariwisata. Karena sangat potensial bahkan unik di dunia, diantaranya hewan Komodo. Satu-satunya di dunia yang unik dan langka adalah hewan komodo (varanus commodoensis,red) di Labuan  Bajo Kabupaten Manggarai Barat Flores.

‘Ini yang harus menjadi prioritas kita bangun dan kita kembangkan. Hewan komodo memang jadi  main attraction (atraksi utama). Ini harus kita kelola dengan baik sehingga kita bisa dapatkan manfaatnya. Termasuk obyek-obyek wisata lainnya harus ditata jadi kelas premium. Kalau sector pariwisata kita kembangkan secara kolaboratif, saya yakin akan meningkatkan PAD yang cukup signifikan,”tuturnya.

Kadis Pariwisata Ketar-Ketir, Tiga Kadis Terancam Non Job

Sektor pariwisata sebagai prime mover (penggerak utama) ekonomi NTT, lanjut dia, harus dibangun secara kolaboratif. Diperlukan kerja keras dan tim work (kerjasama) yang solid antardinas teknis terkait. Perlu dibangun infrastruktur jalan yang baik dan memadai, terutama  dari dan ke obyek-obyek wisata premium.

Gubernur Viktor mengingatkan, dinas-dinas teknis terkait harus saling sinergis dan mau berkolaborasi. Namun sesuai dengan bidang tugasnya masing-masing. Untuk mendukung pariwisata harus ada suplay chain dari sektor terkait.

Ir. WAYAN Darmawa, MT  (kiri) dan GANEF Wurgiyanto. Doc.marthen radja/citra-news.com

“Bahan-bahan kebutuhan pangan untuk konsumsi wisatawan di obyek wisata harus cukup tersedia. Kalau ada yang kurang, carikan solusinya. Sebagai kepala  you harus kreatif dan berinovasi serta bekerja sungguh-sungguh. Jangan you  karena pejabat apa itu kepala dinas (Kadis) Pariwisata, Pertanian, Perikanan, dan kepala dinas Peternakan hanya duduk diam di balik meja. Model begitu you disitu saja bila perlu dinonjobkan. Karena you tidak bisa berbuat apa-apa untuk rakyat,”kata Gubernur Viktor.

Untuk infrastruktur jalan, menurut dia, ruas jalan provinsi dan ruas-ruas jalan menuju ke obyek wisata premium harus ditingkatkan. Karena itu saat ini beberapa ruas jalan kita terus benahi. Kita berharap tahun 2021 peningkatan ruas-ruas jalan yang ada sudah selesai dibangun.

Gubernur Viktor menyebut, diantaranya ruas jalan provinsi di Kabupaten Alor, di Kabupaten Lembata ruas menuju Lamakera dan juga beberapa ruas jalan di Sumba, Flores untuk akses menuju obyek wisata prtemium.

“Target kita ruas-ruas jalan yang ada ini harus sudah tuntas di tahun 2021. Memang anggaran (APBD) kita tidak cukup karena itu kita sudah upayakan melalui pinjaman daerah. Kita berharap tahun 2021 ruas jalan ke obyek wisata premium sudah kelar dibangun,”tandasnya.

Tampak hadir pada kesempatan itu para pimpinan OPD termasuk Kadis Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Provinsi NTT, Ir. Wayan Darmawa, MT. Kadis Perikanan dan Kelautan Provinsi NTT, Ganef Wurgijanto, dan beberapa lainnya. +++ marteh/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *