Gubernur Viktor : ‘Suplay Chain’ PERKUAT Sektor Pariwisata NTT

Illustrasi Gubernur VIKTOR panen jagung di kebun ujicoba gerakan TJPS di Kabupaten Kupang, Provinsi NTT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Kemana-mana dan dimana-mana Gubernur NTT, VIKTOR Bungtilu Laiskodat selalu mengkampanyekan tentang pariwisata sebagai prime mover (penggerak utama) pembangunan ekonomi di Provinsi NTT. Sudahkan dinas teknis terkait mampu menterjemahkan misi pembangunan NTT tahun 2018-2023?

Citra-News.Com, KUPANG – MENJADI daya dukung maju mundurnya pariwisata maka sektor pertanian, kelautan dan perikanan, serta sektor peternakan terus ‘digenjot’. Karena sektor-sektor inilah menjadi suplay chain bagi pariwisata.

Dalam kunjungan kerja (Kunker) Gubernur VIKTOR ke beberapa kabupaten di wilayah Timor Barat Provinsi NTT, lagi-lagi gerakan Tanam Jagung Panen Sapi (TJPS) selalu sang gubernur gelorakan. Pasalnya, gerakan TJPS menjadi pusaran dalam upaya peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat. Karena gerakan TJPS diproyeksikan berdampak ganda (multiplier effect) bagi masyarakat. Bahwa di area TJPS bisa dijadikan ekowisata. Kebun jagung yang ditata apik dan berbuah di semua musim menjadi daya pikat bagi siapapun dia yang melihatnya. Apalagi di dalam kebun jagung dilengkapi dengan mesin produksi pakan ternak serta hewan piaraan seperti ternak besar sapi, kerbau, dan ternak kecil seperti babi, kambing serta unggas (ayam). Dari sektor peternakan dan pertanian inilah yang dimaksudkan sebagai suplay chain  bagi sektor pariwisata.

Dalam giat Seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis 26 November 2020, Gubernur Viktor berharap, pengembangan sektor pertanian khususnya pertanian lahan kering harus ikut membantu pembangunan daerah.

“Pengembangan pertanian lahan kering tentunya sangat penting untuk turut membantu pembangunan provinsi NTT. Tentunya juga harus menggandeng pariwisata sebagai lokomotif utamanya. Sektor pertanian, peternakan, dan sektor perikanan dan kelautan harus mampu menjadi suplay chain  bagi pariwisata,”kata Gubernur Viktor.

Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat (kiri) dan Rektor Undana Kupang, Prof FREDRIK Benu pada seminar Nasional Fakultas Pertanian Universitas Nusa Cendana (Undana) pada Kamis 26 November 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com/biro humas setdantt

Menurut dia, suplay chain dari sektor-sektor tersebut harus bisa dihasilkan dari NTT sendiri. Bukan dari luar. Komoditi unggulan dari sektor pertanian lahan kering (seperti gerakan TJPS,red) tentunya diharapkan juga membantu kebutuhan pariwisata.

Bahkan Gubernur Viktor menyebut hasil survey menunjukkan bahwa bila pandemi Covid-19 berakhir maka destinasi pariwisata dengan dengan atraksi alam dan budaya akan paling banyak dikunjungi wisatawan. Ini tentunya NTT akan dapat keuntungan karena atraksi alam dan budaya yang atraktif nan eksotis adalah ciri khasnya.

Kepada pihak Undana yang menyelenggarakan seminar nasional ini, Gubernur berucap terima kasih. Sembari berharap mahasiswa lulusan fakultas pertanian harus mampu menjadi pengusaha di sektor pertanian. Demikian pula dengan lulusan Fakultas Peternakan, Perikanan dan lainnya untuk menjadi pengusaha di bidangnya.

“Selama ini SDM lulusan sarjan yang ada di NTT masih memiliki pola pikir hanya untuk mau menjadi PNS. Setiap kali lulus dari kampus hanya tunggu lowongan pembukaan test PNS. Memang ada baiknya juga namun quota penerimaan terbatas. Imbasnya adalah angka pengangguran yang tinggi,”ucap Gubernur Viktor.

Maka dari itu, sambung dia, lulusan sarjana pertanian harus bisa pengusaha di bidang pertanian. Itu sungguh luar biasa karena ilmu bukan hanya dipelajari namun juga bisa membantu untuk kemandirian dirinya sendiri.

Menjawabi harapan sang gubernur, Rektor Undana Prof. Ir, FREDRIK Benu, M.Si, Phd mengatakan pengembangan pertanian lahan  kering sebagai salah satu ujung tombak Perguruan Tinggi dan Pemerintah Provinsi NTT bersama masyarakat. Ini dalam keranhgka membangun pertanian sekaligus menjawab persoalan yang ada.

Bahwa perkuliahan di kampus kini tidak hanya mengajarkan teori pada mahasiswa. Namun mengambil tanggung jawab mengatasi persoalan di masyarakat. Untuk itu kami berterima kasih kepada bapak Gubernur yang sudah memberikan dukungan.

“Baru-baru ini Gubernur NRR menghimpun para pimpinan PT yang ada di Timor, Rote, dan Alor. Membangun tekad bersama mewujudkan tanggung jawab pembangunan di tengah masyarakat melalui MoU yang ditandatangani bersama,” kata Prof. Benu. +++ marthen/citra-news.com

Sumber : Biro Humas dan Protokol Setda Provinsi NTT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *