Pulau SEMAU, Pilot Project Penebaran Benih Ikan Kakap dan Kerapu di NTT

GANEF Wurgianto, saat diwawancarai awak citra-news.com di bilangan Jalan Basuki Rahmat Kota Kupang, Selasa 08 Desember 2020. Doc. marthen radja/citra-news.com

Gubernur VIKTOR Bungtilu Laiskodat telah menjalin kerjasama bisnis dan perdagangan dengan mancanegara. Tahun 2021  pesawat dari Cina akan terbang langsung ke Kupang dan mengangkut barang berkualitas ekspor seperti ikan dan daging segar . 

Citra-News.Com, KUPANG – KEPALA Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), GANEF Wurgiyanto. menyatakan pihaknya siap menjamin pasokan ikan berkualitas sesuai selera pasar internasional.

Menurutnya, Provinsi NTT ke depan tidak lagi mengekspor ikan kaleng akan tetapi ikan yang masih hidup atau IKAN SEGAR . Ikan kakap dan ikan kerapu dipastikan bakal diekspor ke Cina, Jepang, dan Korea serta beberapa negara lainnya.

“Jenis ikan yang saat ini kita kembangkan secara besar-besaran adalah ikan kepau dan ikan kakap. Ada tiga lokasi yang sedang dilakukan pengembangannya yakni Labuan Wae Kelambu di Kabupaten Nagekeo Flores, Kabupaten Rote Ndao yakni di Teluk Mulut Seribu, dan di Pulau Semau Kubupaten Kupang. Bahkan di Pulau Semau jadi pilot project dimana sedang kita tebar benih ikan kerapu dan ikan kakap,”ucap Ganef seperti dikutip citra-news.com, Selasa 08 Desember 2020.

Khususnya di lokasi yang jadi pilot project pembibitan ikan kakap dan kerapu di Pulau Semau, sambung dia, awalnya  benih ikan yang berkualitas internasional ini kita tebar dengan ukuran kecil-kecil. Akan tetapi bapak gubernur berharap kembangkan benih ikan dengan ukuran lebih kurang 10 cm. Sehingga dalam tempo 8 (delapan) bulan sudah bisa dipanen.

Menurut Ganef, benih ikan kerapu dan ikan kakap yang sedang dikembangkan di Pulau Semau tersebar di 9 (sembilan) keramba. Sebagai pekerja sekaligus pengawas adalah kelompok masyarakat lokal yang ada. Karena spirit yang kaita bangus adalah pemberdayaan masyarakat maka masyakarat harus dapat nilai manfaat dari pilot project ini.

“Kalau satu keramba ada 10 pekerja maka sebanyak 90 orang pemerintah membantu memberdayanya secara ekonomi. Karena kita berikan insentif per orang Rp 2,5 juta maka secara tidak langsung telah menampung tenaga kerja kita,”tandasnya.

Siap Panen Pertengahan Desember 2020

Khususnya benih ikan yang ditebar di Teluk Wae kelambu sebanyak 1.120 ribu ekor. Jika pun ada gangguan dan lain-lain dan mati sekira 5 persen maka yang masih tersisa sekitar 80 ribu ekor. Dan ini pasti siap panen. Oleh karena sistem pengembangannya dengan sinersing artinya ditebar di keramba dan dipanenpun pada keramba.

Menjawab hasil tangkapan/panenan, Ganef mengatakan selain  untuk pemberdayaan ekonomi masyarakat juga sebagai induk. Artinya untuk perkembangan biakan atau pengembangananya. Dan juga sebagiannya ditaruh kembali ke keramba jika ada permintaan pasar atau untuk kebutuhan ekspor.

Demikian halnya di Mulut Seribu Kabupaten Rote Ndao, sambung dia, ada 32 lubang keramba dikembangkan ikan kerapu dan ikan kakap. Itu berarti menghasilkan sekitar 50.000  atau 1,2 ton per sekali panen. Diperkirakan sekitar awal Maret 2021 dua jenis ikan berkualitas internasional yang ada di Mulut Seribu siap diekspor.

“Kami yakni tahun 2021 NTT sudah laik ekspor ikan segar ke mancanegara. jadi kita tidak lagi ekspor ikan kaleng akan tetapi ikan yang masih hidup,”ujarnya.  +++ marthen/citra-news.com

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *