TNI di Perbatasan RI-RDTL Rangkul MADAT

Satgas Pamtas RI-RDTL Yonif 744/SYB gotong royong bangun Rumah Adat di Kabupaten Belu Provinsi NTT. Doc. marthen/citra-news.com/Kadek Mulyantara-Yonif 744 RK/SYB

Bangsa Indonesia terdiri dari berbagai macam suku, ras, agama, serta adat dan budaya yang bersatu membentuk satu kesatuan dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Kemanunggalan antara TNI dengan rakyat erat terjalin melalui aksi sosial, diantaranya dengan menjunjung tinggi dan merangkulsatu masyarakat adat (Madat).

Citra-News.Com, ATAMBUA – MERANGKULSATU dan menjunjung tinggi kehidupan masyarakat adat (Madat) adalah gerbang menuju NKRI.   Tentara Nasional Indonesia  (TNI) sangat menyadari bahwa bangsa Indonesia terdiri dari beragam suku, ras, agama, serta adat dan budaya yang berbeda-beda. Namun wajib hukumnya untuk tetap menjaga keutuhan NKRI.

Bahwa salah satu wujud kemanunggalan antara TNI dengan rakyat adalah dengan merangkulsatu kehidupan kelompok Madat. Hal ini dilakukan oleh anggota Satgas Pamtas YONIF 744 RK/SYB bagi warga yang bermukim di tapal batas antara negara RI (Republik Indonesia) dengan Negara Republik Demokratic Timor Leste (RDTL). Tepatnya di Kabupaten Belu Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dalam release press Komandan Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Dansatgas Pamtas) YONIF 744 RK/SYB, Letkol Inf. ALFAT Denny Andrian, dia menulis, pada Kamis 10 Desember 2020 personil Pos Laktutus bergotong royong membangun Rumah Adat. Giat bangun rumah adat tersebut dilakukan di Laho’an Desa Fohoeka Kecamatan Nanaes Duabes Kabupaten Belu Provinsi NTT.

“Ini merupakan wujud kemanunggalan antara TNI dengan rakyat dalam mendukung kelestarian adat istiadat di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Rumah adat merupakan budaya leluhur yang perlu dilestariakan keberadaannya. Sehingga generasi penerus bangsa ini tetap mengetahui budaya-budaya tradisional yang dimiliki bangsa Indonesia. Karena Indonesia terdiri atas beraragam suku, ras, dan agama serta adat budaya. Kesemuanya ini bersatu membentuk satu kesatuan. Sehingga terbentuknya  NKRI,“urai Denny.

Dansatgas Pamtas RI-RDTL YONIF 744 Raider Khusus/SYB, Letkol Alfiat Denny Andrian dan Rumah adat yang dibangun secara gotong-royong bersama anggota Satgas Pamtas RI-RDTL.

Bahwa NKRI terdiri dari benyak kepuluan dengan beragam suku,agama, dan ras. Namun [erbedaan yang ada tidak menghalangi rakyatnya untuk bersatu padu. Dan justeruatas perbedaan-perbedaan tersebutlah yang menjadi motivasi rasa kebersamaan untuk saling mengisi hasil perjuangan para pahlawan bangsa ini terdahulu.

Diketahui dalam aksi sosial ini turut serta 4 (empat) personil TNI, diantaranya Pratu Manason, Pratu Grendy, Pratu Andi Tri dan rekannya Prada Karman selaku personil dari Pos Laktutus. Kegiatan ini sebelumnya telah dikoordinasikan dengan bapak Agustinus Kei (60) selaku kepala adat Desa Fohoeka.

Kepala Desa Fohoeka, Agustinus Berek menyampaikan terima kasihnya tak terhingga kepada personil Satgas Pamtas RI-RDTL YONIF 744 RK/ SYB. Bahwa atas bantuan personil TNI pekerjaan berat yang dihadapi kelompok masyarakat adat mampu teratasi. +++ marthen/citra-news.com

Sumber : Kadek Mulyantara/Yonif 744 RK/SYB

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *