Jembatan TERMANU Kupang Jebol ‘Telan’ 20 Miliar

Ir. MAKSI Y.E Nenabu, MT. Doc. marthen radja/citra-news.com

Maksi Nenabu : Salah satu sisi bentangan jembatan Termanu di Kabupaten Kupang sudah jebol akibat gerusan air hujan. Dinas PUPR Provinsi NTT lakukan recofusing biaya untuk perbaikannya senilai lebih kurang 20 miliar rupiah.

Citra-News.Com, KUPANG – AKIBAT hujan yang terus-menerus pada Pebruari 2021 berdampak buruk bagi bangunan jalan dan jembatan. Di Provinsi NTT beberapa ruas jalan nasional maupun ruas jalan provinsi menganga bahkan putus oleh akibat tergerus air hujan.Tidak terkecuali jembatan yang sudah terbangun apik semisal jembatan Termanu di Kabupaten Kupang.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) segera melakukan perbaikan-perbaikan. Untuk Jembatan Termanu di Kabupaten Kupang khususnya, pemerintah telah menyediakan dana senilai Rp 20 miliar guna perbaikan salah satu sisi yang mengalami kerusakan,”demikian Kepala Dinas PUPR Provinsi NTT Ir. Maksi Y.E Nenabu, MT, di Kupang, Jumat 27 Pebruari 2021.

Dijelaskan Maksi, salah satu sisi bentangan dari bangunan Jembatan Termanu mengalami rusak berat akibat tergerus air hujan. Untuk membangun kembali bentangan sepanjang 60-an meter tersebut membutuhkan dana lebih kurang 20 miliar.

“Saat ini sudah dilakukan proses  tender, melalui Biro Pengadaan Barang Jasa (BPBJ) Setda Provinsi NTT. Dipastikan sekitar April 2021 bagian yang rusak tersebut sudah dibangun kembali. Memang dari sisi pembiayaan sangat tidak gampang membangun kembali prasarana jalan dan jembatan yang rusak. Karena membutuhkan dana miliaran rupiah. Untuk itu dengan tidak mengabaikan ruas jalan provinsi di wilayah lainnya di NTT, pemerintah tetap berupaya untuk fokuskan perbaikan pada bagian yang mengalami kerusakan berat,” ucap Maksi.

Menurut dia, keterbatasan dana APBD Provinsi menjadikan Dinas PUPR NTT harus bargaining  dengan pihak Balai Jalan Nasional. Oleh karena sangat urgen maka jembatan termasu harus segera diperbaiki. Kita juga mendorong agar tahun 2022 pihak Balai Jalan Nasional bisa membantu melalui dana APBN. Pasalnya meskipun ruas jalan tersebut adalah ruas jalan provinsi namun dia akan terhubung dengan jalan nasional menuju Observatorium Timau.

Dinas PUPR Provinsi NTT melalui Bidang Bina Marga, lanjut Maksi, sudah melakukan tugas mengimput hal-hal yang menjadi prioritas. Dan tahapannya sudah sampai pada proses pelelangan di Biro PBJ (Pengadaan Barang dan Jasa).

“Sambil menunggu proses pelelangan kami dari Dinas PUPR Provinsi NTT pun terus berkomunikasi intesif dengan Balai Pembangunan Jalan Nasional agar pihaknya juga mengintervensinya melalui dana APBN. Ini bukan saja untuk kebutuhan jalan dan jembatan di Pulau Timor. Namun juga semua ruas jalan provinsi maupun ruas jalan nasional yang dibangun dengan pendanaan APBN di semua wilayah kepulauan di Provinsi NTT.

“Kita ketahui NTT adalah wilayah kepulauan sehingga permasalahannya atau tingkat kerusakan akibat first major juga berbeda-beda. Oleh karena itu perlu dibangun sinerginisitas agar permudah konektivitas dan kebersamaan antarpihak dalam membangun negeri. Karena jalan dan jembatan adalah kebutuhan vital masyarakat untuk memperlancar aksesibilitas ekonomi masyarakat. Dan apa yang dilakukan Dinas PUPR Provinsi NTT ini demi mewujudkan NTT Bangkit menuju masyarakat sejahtera,”pungkasnya. +++ marthen/citra-news.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *