PENTING Pemkot Kupang Sediakan Display INFO HARGA Pasar

llustrasi Wali Kota Kupang JEFRI Riwu Kore. Doc.citra-news.com/istimewa

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52 persen (yoy).

Citra-Newd.Com, KUPANG – PEMETINTAH Kota (Pemkot) Kupang bermitra dengan Bank Indonesia mendorong upaya pengendalian inflasi. Penyediaan fasilitas layar monitor (display) info harga adalah penting bagi konsumen untuk mengetahui perkembangan harga komoditas di pasaran.

Penyediaan display atau fasilitas layar monitor infor harga tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang menjalin mitra dengan Bank Indonesia dan stakeholder lainnya.

Melalui press release yang diterima portal berita Citra News.Com dari Bagian Humas Setda Kota Kupang, Kamis 12 Agustus 2021, bahwa sejumlah pasar di Kota Kupang akan menyediakan display info harga barang komoditas.

Dibeberkan, penyediaan display info harga di beberapa pasar di Kota Kupang merupakan salah satu poin yang disepakati dalam high level meeting (HLM) dan rapat Koordinasi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Triwulan III Tingkat Kota Kupang yang berlangsung secara virtual

Wali Kota Kupang, Dr.JEFIRSTSON (Jefri) R. Riwu Kore,MM,MH, menyambut baik rencana Bank Indonesia tersebut.

Menanggapi hal itu Wali Kota Kupang Jeriko-demikian ia akrab disapa, memerintahkan kepada PD (Perusahaan Daerah) Pasar Kota Kupang dan Dinas perindustrian dan Perdagangan Kota Kupang untuk secara rutin melakukan pemantauan harga di pasar. Sehingga info kenaikan harga diketahui lebih dini dan bisa segera diambil langkah antisipasi.

Menindaklanjuti rekomendasi Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, kepada semua pihak yang terlibat dalam TPID, Wali Kota mengimbau agar bisa menjadi catatan untuk bersama-sama Pemkot Kupang mengawal upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Wali Kota Kupang, JEFRI Riwu Kore saat webinar di Kupang, Timor Provinsi NTT. Doc.citra-news.com/humaskotakpg

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, I Nyoman Ariawan Atmaja dalam presentasinya menyampaikan pada Juli 2021, Kota Kupang mengalami inflasi sebesar 0,14 persen (mtm), lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang mengalami deflasi sebesar 0,88 persen (mtm).

Inflasi terutama didorong oleh kenaikan harga ikan kembung akibat hasil tangkapan nelayan yang menurun, serta kenaikan harga daging babi di tengah wabah ASF yang masih berlanjut.

Di sisi lain, berbagai jenis komoditas hortikultura seperti tomat dan sawi putih terus melanjutkan penurunan harga pasca Badai Siklon Seroja.

Inflasi Kota Kupang Lebih Tinggi Nasional

Secara tahunan, inflasi Kota Kupang pada Juli 2021 tercatat sebesar 1,55 persen (yoy), sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional sebesar 1,52 persen (yoy).

Dampak Siklon Seroja terhadap inflasi ternyata lebih rendah dibandingkan perkiraan semula. Namun bila dilihat lebih rinci per kelompok, inflasi kelompok makanan, minuman dan tembakau masih tercatat sangat tinggi sebesar 4,76 persen (yoy), sehingga perlu menjadi perhatian.

Selain display harga, pada rapat tersebut BI juga mengajukan sejumlah rekomendasi untuk upaya pengendalian inflasi di Kota Kupang.

Diantaranya adalah mendorong untuk membentuk kluster komoditas penyumbang inflasi seperti kluster bawang merah, cabai merah, cabai rawit, juga mendorong pembuatan green house untuk menjamin produksi sayuran agar dapat berproduksi sepanjang tahun.

BI juga mendorong akselerasi pembangunan pabrik pakan ternak untuk menekan biaya produksi ternak ayam.

Menurut Nyoman 70 persen biaya daging dipengaruhi oleh harga pakan ternak yang dipasok dari luar daerah, karena itu untuk menekan harga ternak, NTT khususnya Kota Kupang perlu memiliki pabrik pakan ternak tersendiri.

BI juga mendorong bantuan kapal ke masyarakat terutama tonase besar untuk meningkatkan produksi dan produktivitas nelayan (1 sampai 10 GT). BI juga mendorong perlunya kerja sama antara daerah untuk menjamin pasokan kita komoditas yang biasa dipasok dari luar.

Dalam rapat tersebut sejumlah stakeholder terkait seperti Bulog dan Satgas Pangan Provinsi NTT memastikan ketersediaan stok pangan untuk Kota Kupang masih cukup hingga 2-3 bulan ke depan.

Sementara pihak Pelindo III Kupang juga memastikan proses bongkar muat dan distribusi barang di Pelabuhan Tenau Kupang masih berjalan normal.

Rapat yang dipandu oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kupang, Ignasius R. Lega, SH diikuti oleh General Manager PT. Pelindo III Kupang, Agus Nazar, perwakilan dari Pertamina, Bulog, Angkasa Pura dan BPS Kota Kupang.

Turut serta sejumlah pimpinan perangkat daerah terkait, antara lain Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Pertanian, Dinas Perhubungan dan Direksi PD Pasar Kota Kupang. +++ citra-news.com/PKP_an

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *