Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Pj. Gubernur NTT DIDESAK Segera TEKEN MoU Bank NTT Dengan Bank DKI

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Bank NTT BUMD yang Kredibel

Menurut dia, Bank NTT itu adalah Badan Usaha Milik Daerah yang kredibel. Bahkan, saban tahun Bank NTT menyumbang deviden sangat besar.

Untuk Provinsi NTT dan kabupaten/kota itu sekitar puluhan miliar. Yang puluhan miliar itu Provinsi NTT, Kabupaten Kupang, dan Sumba Timur.

“Meskipun saya lima tahun lalu sudah berhenti dari Komisaris Independen tetapi saya amati terus. Hanya karena memang pasca Covid, ada penurunan laba dan deviden. Dan kalau orang yang tidak paham perbankan mereka menilai Bank NTT dalam bahaya, itu salah. Masih ada provit dan itu ada tantangan yaitu pasca covid”, tegas dia.

Sehingga untuk survie Bank NTT, beber Jemadu, pemegang saham melakukan penyertaan modal untuk menyangga risiko. Kalau mereka tidak lakukan karena anggaran dan APBD terbatas maka ada jalan lain.

Baca Juga :  DESA Garda TERDEPAN Perkuatan EKONOMI Nasional

Ada banyak jalan lain yang bisa dilakukan, kata Jemadu. Yang terpenting Penjabat Gubernur punya komitmen dan itikad baik untuk menyelamatkan Bank NTT, dengan mencari jalan untuk penyelamatannya.

Jalan lain yang dimaksud beber Jemadu, antara lain saham seri B. Dulu sebelum kita berhenti pada tahun 2017-2018, kita menyatakan kepada RUPS bahwa penyerataan modal seri A sebesar Rp 3 Triliun, dan seri B Rp 1 Triliun itu di anggaran dasar. Istilahnya capital statuta jadi modal di dalam anggaran dasar.

Sedangkan Modal saat itu sekitar Rp 1 Triliun. Sementara Saham seri B sekitar Rp 400 juta. Ini yang perlu didorong yaitu saham seri B. Selain itu bisa dengan banyaknya Koperasi di NTT seperti Obormas atau Singosay yang asetnya besar juga ada Swastisari, juga yang bernaung dibawah TLM, ada Serviam dan lainnya.

Baca Juga :  Gubernur VIKTOR Minta GEREJA Terlibat AKTIF Perangi SAMPAH

Maksudnya pemegang sahamnya rakyat yang bersatu dalam Koperasi. Bahkan ada Solusi lain yang sedang dirintis saat ini yaitu dengan Kelompok Usaha Bank (KUB) bersama dari BPD.

Sekarang kan ada komitmen dengan Bank DKI, itu harus diteruskan karena sudah bagus. Ada bisa dengan banyak cara.

Seperti krisis dulu 1998, saat itu bank-bank pemerintah atau bank himbarah ada injeksi modal dari Pemerintah Pusat dan Bank NTT dapat juga, untuk selamatkan Bank NTT itu ratusan juta. Dan dibayar cicil kembali.

Baca Juga :  Irwan : Bukan Kotbah atau Ceramah Tapi SENILAH Yang Mempersatukan

Sementara ini, kita bisa nego Pemerintah Pusat untuk penempatan sementara, nanti baru kita bayar kembali atau buyback. Bahkan semacam KUB tadi juga kita bisa buyback oleh pemegang saham seri A. Jadi harus ada jalan keluar.

Piet Jemadu menyayangkan ada segelintir orang yang tidak mengerti perbankan lalu menyebarkan isu bahwa bank NTT akan down grade.

“Jika down grada maka menunjukan langkah mundur dari pemikiran Frans Seda dan Indra Dewata, 61 tahun lalu, ketika bank NTT didirikan”, tegas Jemadu.

Ketika didirikan, lanjut dia, Bank NTT akan menjadi banknya milik rakyat NTT, pengelola khas Pemda. Kalau down grade maka tidak bisa menjadi pengelola kas Pemda.

Sumber: Petrus Jemadu
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Bank NTT, Bank DKi Jakarta. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Bank NTT, Bank DKi Jakarta.