Catatan yang disampaikan Para Pemegang Saham antara lain menyangkut; (a) Penurunan Laba bersih sebesar 51% (persen) pada tahun buku 2023; (b) Biaya CKPN Rp 208 Miliar yang secara signifikan menggerus laba tahun 2023; (c) Kredit hapus buku yang terus meningkat dengan saldo Rp 369 Miliar per tahun 2023;-
(d) NPL yang meningkat; (e) pengelolaan kredit macet yang masih perlu ditingkatkan; Serta (f) Kepengurusan dan pengawasan yang masih perlu diperkuat.
Kedua, Atas laba bersih 2023 senilai Rp 110 Miliar. Dimana 87,5%-nya akan dibagikan sebagai Dividen dan 12,5%-nya sebagai Cadangan Umum.
Dan Ketiga, RUPS juga meminta untuk menindaklanjuti arahan RUPS LB 27 November 2023, khususnya mengenai audit komprehensif/investigatif.
Mayoritas Setuju
Setelah RUPS TB 2023 dan menapung sejumlah keputusan Rapat dilanjutkan dengan RUPS Luar Biasa tahun 2024.
Sesuai agenda Rapat yang tertera pada Undangan RUPS LB Tahun 2024, RUPS LB telah mengambil keputusan sebagai berikut; Pertama, Seluruh pemegang saham menyetujui untuk memproses lanjut rencana Pembentukkan KUB (Kelompok Usaha Bank) bersama Bank DKI, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap menyiapkan opsi alternatif (Plan B).
Kedua, Mayoritas pemegang saham yakni sebanyak 72,32% menyetujui untuk mengubah Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Bank NTT.
Komisaris yang diganti adalah; (1) Komisaris Utama (Komut) Juvenile Djojana diberhentikan dan digantikan oleh Kosmas D. Lana (Sekarang Sekda NTT).












