MARIANUS Gaharpung, SH, MS Doc. citra-news.com/istimewa
Citra News.Com, SURABAYA – LAWYER asal Maumere juga Dosen Fakultas Hukum Universitas Surabaya (Ubaya) Marianus Gaharpung, SH, MS menyebut ada dua megaproyek yang bernilai piluhan miliar rupiah, sedang ‘luput’ dari cengkeraman Hatam Fatony, SH selama menjabat sebagai Kepala Kejaksanaan Negeri (Kajari) Maumere.
“Jujur publik Nian Tana Sikka bertanya ada apa dan mengapa proyek yang diduga rugikan negara miliaran rupiah diduga didiamkan sampai Fatony Hatam angkat kaki dari Kota Maumere”, tulis Gaharpung dalam siaran persnya yang ia kirim ke portal berita citra-news.com, Selasa 25 Juni 2024.
Dua megaproyek tersebut, masing-masing proyek Perumda (Perusahaan Air Minum Daerah) Wair Puan dan mangkraknya proyek pembangunan Rumah Sakit Pratama (RSP) Doreng. Dengan taksasi kerugian negara sebesar Rp 2.851.368.570, 04.
“Ada dua pekerjaan yang menjadi sorotan publik. Akan tetapi belum diapa- apain oleh Fatony Hatam”, kata Gaharpung.
Untuk itu terhadap dua pekerjaan proyek mangkrak ini rakyat Kabupaten Sikka menaruh harapan besar ke pundak Henderina Malo, SH., M.Hum selaku Kepala Kejaksanan Negeri (Kajari) Maumere yang baru.
HENDERINA Malo, SH., M.Hum. Doc. citra-news.com/istimewa
Gaharpung berharap, dua pekerjaan rumah (PR) yang sengaja didiamkan Hatam Fatony (mantan Kajari) ini bisa dilakukan penyelidikan lebih lanjut.












