Kasus Kriminalitas Terus Mendera Wilkum Polres Sikka

Tiada hari tanpa kasus kriminal terjadi Wilayah Hukum Kepolisian Resor (Wilkum Polres) Sikka Provinsi Nusa Tenggara Timur. Meski demikian untuk mengurai benang merah permasalahanannya, aparat Polres Sikka dibawah komando AKBP Rickson Situmorang, S.IK terus menelisik hingga ke tempat kejadian perkara (TKP).

Maumere, citra-news.com – PASCA pengawalan super ketat di Pilkada Serentak 27 Juni 2018, di wilyah hukum (Wilkum) Polres Sikka aparat kepolisian harus berhadapan dengan urusan kasus kriminal dan kasus hukum lainnya.

Sedikitnya ada 2 (dua) kasus kriminal baru yang tengah dihadapi Polres Sikka. Yaitu kasus Penemuan Mayat di Desa Bloro Kecamatan Nita yang dilaporkan ke Markas Polres (Mapolres) Sikka pada Kamis 12 Juli 2018 pukul 18.00 Wita. Juga berselang dua jam kemudian, tepatnya pada pukul 20.00 Wita datang laporan melalui SPK Kepolisian Sektor (Polsek) Kewapante bahwa terjadi kasus Pencabulan di Desa Watuliwung Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka.

Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Sikka, AKBP Rickson Situmorang, S.IK melalui press release yang diterima citra-news.com, membeberkan kasus penemuan mayat tersebut dilaporkan oleh Soter Sani Nurak (45) ke Polsek Nita pada tanggal 12 Juli 2018 sekira pukul 18.00 Wita. Adapun identitas Soter Sani Nurak adalah Kepala Desa (Kades) Bloro, Kecamatan Nita Kabupaten Sikka Sementara korban yang dilaporkan dengan identitas, Mayat, yang ditemukan Petrus Kanisius (53) alamat Dusun Siransina Desa Bloro Kecamatan Nita Kabupaten Sikka.

Dengan saksi-saksi (1) Marianus Nong Mehan (52), Laki-laki, Katholik, Petani, Indonesia, alamat Dusun Siransina Desa Bloro Kecamatan Nita Kabupaten Sikka. (2) Hortensius Gori (49) dengan identitas sama dengan Saksi 1 Marianus Nong Mehan. (3) Robertus Hale (43) dengan identitas sama dengan saksi 1 dan saksi 2. Dan Saksi 4 adalah pelapor sendiri atas nama Soter Sani Nurak (45). Tempat kejadian: Kebun Natarenak milik saudara Julius.

Kronologis kejadian tulis Kapolres Rickson, bahwa benar pada Kamis 12 Juli 2018 Saksi 1 ke kebun miliknya pada pukul 17.00 Wita mencium bau menyengat hidungnya. Kemudian Saksi 1 berusaha mencari muasal bau itu. Ternyata sosok korban sudah tidak bernyawa (mayat) dan sudah mengluarkan aroma bau busuk.

Setelah korban dalam keadaan sudah mayat, Saksi 1 kembali ke kampung dan memberitahukan ke adik kandungnya korban (Saksi 2) bahwa di kebun Natarenak milik saudara Julius Saksi 1 menemukan korban mayat yang sudah membusuk. Setelah mendapat informasi dari Saksi 1 kemudian Saksi 2 pun memberitahukankepada Saksi 3 dan Pelapor bahwa di kebun Natarenak milik saudara Julius telah ditemukan sesosok mayat yang mana mayat tersebut merupakan saudara kandung Saksi 2.

Atas dasar kejadian tersebut Pelapor atas nama Soter Sani Nurak (45) melaporkan kejadian tersebut ke SPKT Polsek Nita guna urusan selanjutnya.

Korban Pemerkosaan Anak Dibawah Umur

Mapolres Sikka pada hari yang sama juga (Kamis 12 Juli 2018) sekitar pukul 22.00 Wita, telah datang ke SPK Polsek Kewapante dengan seseorang dengan identitas atas ama YOSEPH FENTIANUS (38) alamat Watuliwung  Desa Watuliwung Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Melaporkan telah terjadi Tindak Pidana Pencabulan terhadap anak dibawah umur.

Dengan kronologis kejadian pada Kamis 12 Juli 2018 sekitar pukul 14.30 Wita. Tempat Kejadian di rumah saudari MD Alamat Watuliwung Desa Watuliwung Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Identitas korban : terlapor dan saksi-saksi, tulis Kapolres Situmorang, Korban FAP (12) Perempuan, Katholik, Pelajar, alamat Watuliwung RT/RW 003/004 Desa Watuliwing Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka.

Sementara Terlapor MY (27) Ojek, alamat Watuliwung Desa Watuliwung Kecamatan Kangae Kabupaten Sikka. Saksi-saksi (1) MD (35) perempuan, alamat sama dengan terlapor. (2) NA (21) perempuan, alamat sama dengan terlapor dan saksi 1.

Kronologis kejadian, pada Kamis 12 Juli 2018 sekitar pukul 14.30 Wita telah terjadi tindak pidana pencabulan. Berawal dari Terlapor memanggil korban masuk kedalam rumah saudari MD (mama mantu terlapor). Kemudian setelah Korban FAP (12) sudah di dalam rumah, terlapor langsung mengunci pintu kamar MD dan terlapor langsung membuka paksa celana panjang dan celana dalam korban hingga ke lutut. Kemudian terlapor membuka celana miliknya dan langsung menindih dan menggosok kemaluannya ke kemaluan korban.

Tidak lama berselang saudari MD bersama istri Terlapor, NA masuk kedalam kamar dan melihat kejadian itu. Terlapor dan Korban pun berhamburan keluar rumah. Korban dengan ketakutan melaporkan kejadian itu ke pihak keluarganya. Dan selanjutnya keluarga korban melapor ke kepolisian sector Kewapante guna proses selanjutnya. +++ amor/cnc

Gambar: Penemuan Mayat oleh Petrus Kanisius di Dusun Siransina  Desa Bloro, Kecamatan Nita Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur. Doc. armando CNC/polressikka

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *