Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

MENTAN Andi Yakin Sektor PERTANIAN Mampu Mengatasi KEMISKINAN Ekstrim dan STUNTING

Reporter: Marthen RadjaEditor: Dedy -Rumah Web Jakarta
CitraNews

Selain meninjau lokasi
Bendungan Raknamo di Desa Raknamo, Kecamatan Amabi Oefeto, Kabupaten Kupang dia juga meninjau Bendung Leter “T” di lokasi Persawahan Mangga Lima Kelurahan Babau Kecamatan Kupang Timur dan dialog bersama para petani.

Pj. Gubernur Andriko Noto Susanto dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas dukungan yang diberikan kepada Provinsi NTT melalui pembangunan embung, bendungan hingga alat pompa air, pupuk dan bantuan lainnya untuk swasembada pangan di Provinsi NTT.

“Ini tentunya ke depan bisa memberikam kontribusi nyata untuk mewujudkan swasembada pangan nasional”, kata Andriko.

Baca Juga :  MARAK Beredar, BPAD NTT Segera Berantas ROKOK ILEGAL

Secara data untuk kita NTT, jelas Andriko, masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah. Data menyebutkan pada tahun 2024 persentase penduduk miskin di NTT masih berada di angka 20 persen. Kemudian miskin ekstrem 28 persen dan Stunting 37 persen di tahun 2024 . Sehingga dengan hadirnya program swasembada pangan, harapannya kita bisa menyelesaikan hal-hal tersebut.

Sebagai bahan laporan Andriko menyebut, luasan lahan basah di Provinsi NTT 300 Ribu Hektar (HA). Dan Presiden ke-7 RI Joko Widodo sudah membangun 7 (tujuh) buah Bendungan di NTT. Sehingga saat meresmikan Bendungan Temef beliau (Jokowi, Red) mengatakan bahwa yang dibutuhkan NTT adalah air dan sekarang kita membangun air.

Baca Juga :  LILYANA Kembali BERKARYA Untuk NTT

Andriko menambahkan, selain 300.000 HA luas lahan basah, masih terdapat 123.000 HA lahan basah yang bisa dicetak sawah karena didukung ketersediaan irigasi di daerah ini.

Baca Juga :  POLDA NTT dan PEMKOT Kupang SEPAKAT Bersinergi TANGANI Sampah dan STUNTING

Kita (Provinsi NTT, red) juga memiliki 4 juta Hektar lahan kering. Ketika kunjungan Presiden Prabowo di acara pembukaan Sidang Tanwir dan Milad ke-112 Muhammadiyah di Kupang (4/12/2024) waktu lalu, sudah kami sampaikan bahwa kami juga ingin lahan kering dimaksimalkan dengan memperbanyak pembangunan embung.

“Saat itu Presiden Jokowi telah menyampaikan persetujuannya. Dan melalui kehadiran Bapak Mentan hari ini kami berharap kiranya hal tersebut dapat segera terlaksana,” ujarnya.

Sumber: Siaran Pers
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Presiden Prabowo Subianto, Irigasi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Presiden Prabowo Subianto, Irigasi.