Ibarat gayung bersambut, Ahmad Talib sang ADPRD Kota Kupang dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pun mendaraskan hal yang pernah ia alami.
“Ini cerita masa lalu mengenai kinerja.pejabat di Kita Kupang. Saya ini pernah jadi korban saat jadi Pegawai Tidak Tetap (PTT) di Kantor Walikota Kupang. Persis seperti yang dikatakan bapak Agus. Itu yang pejabat boleh kemana-mana, tapi yang muku (telaten, red) kerja itu mereka tenaga honor dong,” ujar Talib dalam dialek Kupang dengan tidak menyebut nama pejabat dan dari bidang mana.
Saya berharap di masa kepemimpinan Christian- Serena, tambah Talib, pejabat yang pemalas, tidak kreatif dan inovatif sebaiknya diganti saja.
Karena tujuan diberi jabatan itu untuk melayani dengan sungguh hal apa yang dibutuhkan warga. Kalau tujuan itu tidak dicapai untuk apa diangkat jadi pejabat.
Layani Kebutuhan Bukan Kepentingan
Sedari awal perkenalan Ahmad Talib menyampaikan kalau dirinya berasal dari PSI. Yang Ketua Dewan Pimpinan Daerah PSI NTT adalah Christian Widodo dan terpilih jadi Wali Kota Kupang di Pilkada 2024.
“Sebagai orang partai tentunya saya menjalani apa yang yang menjadi amanat PSI. Tapi yang pasti saya bukan saja menampung aspirasi di konstituen saya di Dapil Kota Lama dan Kota Raja. Oleh karena saya DPR Kota Kupang maka wajib memayungi semua kebutuhan warga Kota Kupang, dengan tanpa mengenal sekat perbedaan”, tegas Talib.
Lebh lanjut dikatakan, kepentingan politik sudah selesai. Sekarang kita bicara kebutuhan masyarakat Kota Kupang, kebutuhan rakyat NTT.
Bahwa apa yang bisa buat untuk rakyat agar bisa hidup layak, itu yang dieksekusi. Karena kebutuhan rakyat itu yang diutamakan. Dan bukan untuk kepentingan segelintir orang atau kelompok dan golongan.
Ada banyak hal kebutuhan yang mungkin belum terjawab di periode pemerintahan yang lalu. Seperti sarana prasarana jalan, lampu listrik, rumah, layak huni, mobilisasi sampah, dan kebutuhan lainnya termasuk pelayanan birokrasi.

Terpantau awak Portal Berita citra-news.com, ada warga yang mengeluhkan soal jalan lingkungan, lampu jalan, drainase, dan penanganan sampah.













