Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

Mengapa GEREJA Mati-Matian MILIKI Tanah NANGAHALE

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Dan tanah Patiahu dibeli dari perusahaan Belanda untuk tanam ubi, piara sapi, babi dan ayam untuk isi usus alias untuk suplai makan minum dari para calon missionaris SVD bagi misi Gereja sedunia di LEDALERO Kec.Nita.

Dari studi tentang model karya misi tarekat-tarekat religius, hanya SVD yang punya strategi misi seperti ini yang diwariskan dari St Arnoldus Janssen.

Sewaktu St. Arnoldus Janssen cari tempat untuk rumah student SVD Jerman yang mau studi Teologi di Kota Roma, banyak orang tawarkan rumah di sekitar Vatikan. Bapa Arnoldus tidak mau. Sebaliknya dia pilih lahan luas di hutan yang berada di luar tembok kuno kota Roma (FUORI DI MURO) yang menjadi Pusat Jenderalat SVD sekarang ini.

Di Roma, mungkin hanya SVD saja yang mempunyai rumah dengan pekarangan yang luas sampai ada hutan cemara di sekelilingnya dan dilindungi sebagai salah satu paru-paru Kota Roma.

Ini hasil dari Otak Jenius seorang putera Jerman St. Arnoldus Janssen dan diikuti oleh SVD anak buahnya sewaktu mereka bermisi di seluruh dunia termasuk di Flores. Termasuk di Maumere, dengan beli tanah Nangahale dan tanah Patiahu yang dijual oleh penjajah Belanda kala itu untuk suplai makan minum para calon missionaris di Ritapiret dan di Ledalero yang nanti Melayani umat Allah.

Romo-romo SVD dan Romo-romo di Flores yang anda kenal dan sedang layani anda telah diberi makan PERUTNYA oleh tanah Nangahale dan Patiahu yang diberi oleh SVD anak buah St. Arnoldus Janssen dari Jerman.

Dan ini INI BUKAN BISNIS seperti yang dituduhkan atau disalahmengerti oleh banyak orang.

Sebaliknya, ini karya Misi Keselamatan dari Allah via SVD – via Gereja termasuk saat ini via Gereja Keuskupan Maumere.

Yang persoalkan tanah HGU Nangahale dan Tanah HGU Patiahu adalah lawan karya Allah sendiri. Hati-hati!!

Semua Umat Katolik, pater-pater dan romo-romo Gereja Nusa Tenggara seharusnya BERSYUKUR dan BERTERIMAKASIH karena Gereja Katolik Nusa Tenggara telah dibangun, didesain dan diletakkan dasar-dasarnya oleh sebuah tarekat misi dengan ETOS misi Gereja Jerman via seorang puteranya yaitu St. Arnoldus Janssen.

Jangan menjadi seperti kacang lupa kulit. Terkutuk nanti. Ingat kacang yang sombong lupa kulitnya sendiri lalu tinggal di dalam karung akan dimasak jadi sayur. Karena itu, Hati-hati!! Terima kasih*) Ledakero, 1/2/2025. +++ marthen/cnc

Sumber: Pater Alex Jebadu, SVD
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan UUPA, UU Nomor 5 Tahun 1960. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab UUPA, UU Nomor 5 Tahun 1960.