“Kita pun yang ada disini dibuat dengan keindahannya masing-masing. Tapi percuma kita tidak bisa menghajar gelombang masalah bersama-sama”, ucap Christian disambut tepuk tangan para tamu yang hadir.
Dalam kaitannya dengan pelayanan birokrasi di pemerintahan, Wali Kota Christian mengingatkan agar semua OPD di Pemkot Kupang harus bisa melayani masyarakat dengan baik.
“Kalau bapa/mama basodara semua ada keluhan, maka OPD harus segera tindak lanjuti. Jangan berlama-lama, kita sudahi hal yang bertele-tele”, tegasnya.
Padahal jabatan yang diberikan tugasnya untuk melayani dan merangkulsatu masyarakat, tambah Christian. Kadang hal yang bisa dilakukan hanya dengan menelpon koordinasi dengan OPD yang dibutuhkan masyarakat tapi kita suruh warga pergi sendiri ke dinas ini dan itu. Kita suruh dia isi sendiri itu formulir. Dan banyak hal lain yang bertele-tele yang membuat masyarakat kecewa.
Oleh karena itu di moment ini saya dan kaka Serena menyampaikan terima kasih kepada warga Kota Kupang yang sudah dan belum memilih kami. Saya sampai bisa berdiri disini karena dukungan dan doa bapa/mama basodara semua.
“Saya dan kaka Serena berkomitmen untuk menjadikan pemerintahan yang melayani. Bukan sekadar memerintah. Saya ingin agar moment puasa ini menjadi momen ibadah yang meningkatkan iman, kesehatan, serta melatih kita untuk bersabar dan ikhlas melayani. Kegiatan seperti ini bukan hanya untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga sebagai wujud berbagi dan mendekatkan diri dengan masyarakat. Setiap program pemerintah harus memberikan manfaat nyata bagi warga Kota Kupang,” ujar Chtistian.
Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk mempererat tali silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat. Serta memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di Kota Kupang. Buka puasa bersama memiliki dampak positif bagi hubungan antara pemerintah dan masyarakat.
Hal senada juga disampaikan Wakil Wali Kota Kupang, Corsgrova Serena Francis. Dia menegaskan, acara seperti ini sangat positif dan akan kami lanjutkan selama masa kepemimpinan kami.
“Di masa kepemimpinan saya bersama Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, kami akan melanjutkan tradisi ini. Kami ingin kegiatan yang menjadi tradisi ini untuk memperkuat kebersamaan dan membangun komunikasi yang lebih erat antara pemerintah dan masyarakat,” ungkapnya.
Tanda Tangan Yang Merugikan












