Dia berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi perayaan iman, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang nyata bagi pelaku UMKM lokal. Dengan demikian, semangat kebangkitan Paskah juga tercermin dalam kebangkitan ekonomi masyarakat Kota Kupang.
Ketua Pemuda GMIT, Erenst Blegur menambahkan, panitia berencana mengadakan doa bersama serentak pada pukul 19.00 WITA, yang diharapkan menjadi seruan perdamaian tidak hanya bagi Kota Kupang, tetapi juga untuk Indonesia dan dunia.
“Kami mengusulkan agar pemerintah mengeluarkan seruan kepada masyarakat untuk mengangkat doa secara serentak dari rumah masing-masing pada pukul 19.00 WITA, demi perdamaian dan keharmonisan,” ujarnya.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, panitia juga meminta dukungan pemerintah dalam pengadaan kendaraan pengangkut sampah serta koordinasi terkait lokasi bakti sosial.
Kegiatan ini diharapkan dapat menjadikan Kota Kupang sebagai “City of Love and Harmony”. +++ marthen/*












