Selain itu, Gubernur dan Wagub NTT melakukan peninjauan Beras Fortivit yang dimanfaatkan untuk penanganan stunting.
Tetkait Beras Fortivit Himawan menjelaskan, beras fortivit ini memiliki kandungan vitamin yang baik. Tahun 2024 Bulog NTT melakukan TJSL (Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan) di Kabupaten TTS selama 3 bulan dengan pemberian Beras Fortivit dan juga susu formula kepada 150 bayi.
“Hasilnya memberikan manfaat dengan perubahan positif bagi anak bayi seperti berat badan bertambah dan lingkar kepala bayi bertambah,” kata Himawan.
Ternyata Beras Fortivit ini, tambah Himawan, sangat baik karena ada vitaminnya. Ini sangat baik untuk anak-anak. Beras ini punya vitamin jadi manfaatnya sangat baik baik bagi tumbuh kembangbank. Karena kebanyakan anak-anak kurang suka makan sayur dan buah yang mengandung vitamin. Iya jadi kita bisa atasi dengan Beras Fortivit yang selain mengandung karbohidrat juga ada vitaminnya, jelas Himawan.

Dari gudang Bulog Gubernur dan Wagub NTT beserta rombongan meninjau PT. Pelindo Terminal Petikemas Pelabuhan Tenau Kupang. Kedatangan rombongan disambut GM Pelindo Kupang Zanuar Eka Wijaya dan Kepala KSOP Kelas III Kupang Simon B. Baon bersama jajaran.
Pada kesempatan ini Gubernur Melky mengungkapkan terkait rencana Provinsi NTT menjadikan Pelabuhan Tenau Kupang sebagai garda terdepan untuk impor.
“Kalau nanti Presiden Prabowo ingin agar NTT sebagai pintu masuk importasi maka kita harus siapkan semuanya dengan baik bersama Pelindo,” ungkapnya.
Sementara GM (General Manager) Pelindo Kupang, Zanuar Eka Wijaya mengungkapkan, jumlah petikemas yang masuk ke wilayah NTT per tahun mencapai 138.000. Pada tahun 2024 bertambah 4.000 sehingga meningkat menjadi 142.000 unit peti kemas.
“Pelabuhan Tenau saat ini akan siap untuk importasi. Tapi harus didukung dengan kawasan industri yang baik. Kita ingin koordinasi dengan Pemprov agar ke depannya diperluas lagi kawasan untuk mendukung arus logistik masuk dan keluar dan kawasan industri kita harus aktif,” harap Zanuar.













