Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Pemanfaatan SAMPAH Jadi Torehan KARYA SENI Siswa SMPN I Reok MANGGARAI

Reporter: Walburgus AbulatEditor: Redaksi
CitraNews

Disaksikan awak Portal berita citra-news.com, rangkaian acara ini disaksikan dan diikuti para tamu undangan dengan penuh antusias oleh pelbagai elemen warga lintas agama yang ada di Kota Reo dan sekitarnya.

Tampak terlihat elemen warga lintas agama yang hadir di antaranya Kasek SMA Swasta Santo Gregorius Reo RD. Yoseph Oriol Dampuk, S.Fil, M.Th; Kasek SMK Mutiara Bangsa Reo, Riska Sri Pertiwi;  Kasek SMPK Tri Bakti Reo, Florida Sendy Indriani, S.Pd; Ketua Komite SMP Negeri I Reok Kanis Tamung; Kasek SMP Negeri I Reok, Maria Oliva Nduang. S.Pd; Wakasek I SMP Negeri I Reok Drs. Didimus A. Dahur; Wakasek 2,  Sipriana Adut, S.Ag; Ida Suryati Oju Wadhu.

Sementara tokoh masyarakat diantaranya Agustius R. Dagur; Fransiskus Poju, Rofinus Mancang; Anselmus Sali, Tadeus Tatut, Walbugus Abulat; Kasek SMP Satap Wae Belang, Agata Vis, dan Guru SMAS Santo Gregorius Reo, Gregorius Ambot. Jajaran tokoh masyarakat inipun tampak antusias mengikuti rangkaian acara. Bahkan rela merogoh kocek membeli aneka produk P5 karya para siswa-siswi SMP Negeri I Reok.

Baca Juga :  Pra-RAT KOPDIT Swasti Sari, CHRISTIAN Widodo MENEGUHKAN ARAH Masa Depan EKONOMI RAKYAT

“Aneka Produk kewirausahaan dan kearifan lokal serta karya P5 yang dihasilkan siswa-siswi SMP Negeri I Reok ini sangat luar biasa. Salut untuk siswa-siswi SMP Negeri I Reok,” kata Kasek SMAS Santo Gregoris Reo RD. Yoseph Oriol Dampuk.

Baca Juga :  PRABOWO dan TITIEK Soeharto Kunjungi Pengungsi Lombok

Pengakuan serupa disampaikan Kasek SMPK Tri Bakti Reo, Florida Sendy Indriani, S.Pd dan tokoh masyarakat Fransiskus Poju. “Pagelara karya siswa-siswi SMP Negeri 1 Reok ini sangat luar biasa,” kata Fransiskus Poju yang diamini undangan lainnya.

Ketua Panitia Pentas Karya Yulius Aprianus Dagur, S.Pd, Gr. dalam laporannya menggarisbawahi bahwa karya ini mengusung tema Kewirausahaan, Gaya Hidup Berkelanjutan, Bhineka Tunggak Ika, dan Kearifan Lokal. Sebagai implementasi dari modul pembelajaran P5 Kurikulum Merdeka Belajar.

Baca Juga :  Dialog FKUB Memperkokoh NTT - Nusa Terindah Toleransi

Seperti kita ketahui bersama, beber Apri, belajar tentang kewirausahaan bukan hanya soal jual beli. Tapi soal bagaimana kreativitas, kerja keras, dan tanggung jawab. Demikian juga Gaya hidup berkelanjutan mengajarkan kita untuk lebih peduli terhadap lingkungan.

Berikut, Bhineka Tunggal Ika mengajarkan kita untuk hidup rukun dalam perbedaan. Dan kearifan lokal menjadi pengingat bagi kita bahwa akar budaya kita sangat kaya dan perlu dijaga.

Sumber: Liputan langsung
Disclaimer: Artikel Ini Merupakan Kerja Sama CitraNews.Com Dengan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka Belajar. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila, Kurikulum Merdeka Belajar.