Tampak Ketua DPRD, RICHARD Elvis Odja dan Wali Kota Kupang, CHRISTIAN Widodo disambut Grup marching band di Oebufu Kupang, Rabu (23/4). Doc. marthen radja/citra-news.com
Christian Widodo : Saya dan kaka Serena terapkan pola pemerintahan yang melayani. Kalau lurah, camat, dan pimpinan OPD masih taputar silahkan…..
Citra News.Com, KUPANG – DOKTER Christian Widodo, Wali Kota Kupang mengingatkan lurah, camat, dan pimpinan OPD (Organisasi Perangkat Daerah) se-Kota Kupang agar dalam mengurus hal-hal yang berkaitan dengan kemaslahatan rakyat hendaknya dilakukan dengan ihklas hati.
“Pemerintah dalam melayani masyarakat itu tidak usaha ‘talalu taputar’ atau bertele-tele dan berbelit-belit. Karena birokrasi yang berbelit-belit itu akan menyulitkan masyarakat terhadap apa yang mereka butuhkan. Ingat, memerintah adalah melayani -To govern ia to serve”, ungkap Walikota Christian.
Walikota Christian mengaku kalau dia bersama Wakilnya Serena Francis kerapkali mendapat keluhan masyarakat atas pelayanan pemerintah. Iya masyarakat butuh pelayanan cepat dalam mengurus sesuatu tapi disuruh ke Kasipem di kelurahan, terus ke lurah, ke Camat, ke dinas ini dan itu. Nanti sampai di Walikota sudah lain cerita.
“Pelayanan kepada masyarakat yang ‘talalu taputar’ itu yang tidak boleh. Intinya ada soal di kelurahan, warga masyarakat jangan sungkan lapor saya. Nanti ibu/bapa warga kota yang ada bermasalah lalu lurah camat masih ‘taputar’ silahkan WA saya. Ini Nomor WA pribadi saya 081 133 099….” sebut Walikota Christian.
Hal itu disampaikan Walikota Christian saat membuka acara Pentas Budaya Kelurahan Oebufu dalam meriahkan HUT Kota Kupang ke-139 dan Hari Jadi Kota Kupang sebagai Daersh Otonom ke-29 Tahun 2025, di lapangan tanah Milik Keluarga Leoanak Kelurahan Oebufu, Rabu 23 April 2025.
Terkait pelayanan pemerintah kepada warga khususnya masyarakat di Kota Kupang, teganya berulang, kita sudahi saja birokrasi berbelit-belit. Karena kami berdua saya dan kaka Serena sudah berjanji bahwa untuk Kota Kupang dalam 5 Tahun kedepan ini, Bukan lagi Orang yang Memerintah. Tapi orang yang Melayani – To Govern is To Serve – Memerintah adalah Melayani.












