Menurut dia, pagelaran/event budaya oleh Kelurahan Oebufu ini adalah juga bagian dari pelayanan pemerintah. Dimana jadi arena tumbuhkembangnya usaha ekonomi masyarakat. Adanya UMKM dari masyarakat sekitar, pertunjukan seni budaya lokal, fashion show, dan aneka pertunjukan lainnya pasti jadi tontonan banyak orang.
“Tadi saya (Christian Widodo, red) lewat pas lihat orang jual Kue Putu. Ada jual bakso, jual ubi goreng saya suruh bawa masuk ke area ini. Iya sudah pasti akan laku terjual. Tenang nanti sebentar saya beli. Saya ajak semua pimpinan OPD serta camat, lurah yang hadir sore ini untuk berbelanja di UMKM-UMKM yang disediakan. Kalau Walikota sudah belanja, pimpinan OPD juga belanja tokh? Ini dilakukan agar bisa merangsang usaha rakyat dan menumbuhkan ekonomi rakyat”, ujarnya diikuti aplaus para undangan yang hadir.
TAMNOS Pusat Hiburan
Pada kesempatann itu Walikota Christian menyatakan pihaknya bersama anggota DPRD Kota Kupang telah bersepakat mengalokasi sejumlah anggaran untuk merevitilisasi Taman Nostalgia (Tamnos) jadi pusat hiburan rakyat. Tentunya juga menjadi pusat tumbuhkembangnya perekonomian rakyat.
Sehingga event-event pagelaran budaya seperti ini, tidak hanya digelar di momentum HUT Kota Kupang. Akan tetapi bisa digelar di setiap kelurahan atau kecamatan. Kalau kita sering bikin event-event budaya dimana kita kumpulkan UMKM yang ditata baik tentunya ekonomi berputar.
“Prinsipnya dimana orang-orang berkumpul disitu ekonomi bertumbuh. Karena itu kami sudah bikin perencanaan dari sisi anggarannya untuk kembali menata dan menumbuhkembangkan perekonomian rakyat melalui event-event budaya dan UMKM”, jelas dia.
Diawal sambutannya Walikota Christian berucap terima kasih kepada Keluarga Leoanak yang sudah memberi ruang penyelenggaraan event/pentas budaya. Karena tidak banyak orang rela memberikan apa yang mereka miliki untuk mensejahterakan masyarakat sekitar.
“Terima kasih untuk Keluarga Besar Leoanak kiranya berkat Tuhan mengalir bagi keluarga yang memberikan lapangan ini, tanah ini dan masyarakat di lingkungan sekitarnya”, ucapnya.
Walikota Christian mengatakan, dalam menggelar event budaya tidak harus pada momentum HUT Kota Kupang yang terjadi dalam setahun sekali. Akan tetapi event-event serupa bisa diselenggarakan secara berkala.












