Misa dipimpin oleh Romo Videntus Atawolo, Pr., dan dihadiri pula oleh Pastor Rekan RD. Faris Paut, Pater Albertus Asterius Pantaol, serta Ketua DPP, Dr. Paulus Taek, M.Si. Turut hadir dalam perayaan ini Sekretaris Dinas PRKP Kota Kupang, Johannes Bell, ST., MT., dan Kepala Bagian Kesra Setda Kota Kupang, Djoni Domisius Bire, SH.
Dalam homilinya, Romo Videntus mengajak umat merenungkan Injil Yohanes tentang penampakan Yesus kepada para murid di Danau Tiberias. Kisah tersebut menggambarkan kasih dan perhatian Yesus yang tetap nyata bahkan setelah kebangkitan-Nya. Saat para murid gagal menangkap ikan, Yesus hadir memberi petunjuk hingga mereka berhasil memperoleh 153 ekor ikan, yang menjadi simbol kepenuhan bangsa-bangsa dalam jala keselamatan Allah.

Ia juga menekankan bahwa Yesus tidak hanya memberi arahan, tetapi juga menyediakan makanan bagi para murid-Nya, lambang kasih dan perhatian Tuhan yang terus hidup melalui sakramen Ekaristi. Umat pun diajak untuk terus setia menghadiri misa sebagai bentuk perjumpaan nyata dengan Kasih Tuhan.
Romo Videntus mengibaratkan hidup berkomunitas sebagai “lebah kolektif” yang menghasilkan madu, buah dari kerja sama, pelayanan, dan semangat kasih bagi sesama.
“Kami mengapresiasi keterlibatan Pemerintah Kota Kupang dalam berbagai upaya membangun kota secara kolaboratif, termasuk dalam menjaga kebersihan lingkungan”, kata Romo Videntus.
Walikota Christian Widodo menggarisbawahi bahwa semangat pelayanan harus menjadi roh dalam pemerintahan. Bahwa bacaan Injil Yohanes hari ini mengajak kita untuk melayani dengan setia dan penuh kasih. Maka kami pun hadir bukan sebagai pemimpin yang memerintah, tetapi sebagai pelayan. To Govern is To Serve -Memerintah adalah Melayani bagi masyarakat Kota Kupang.











