Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini

TERIMA GDPK Christian Widodo Tekankan KEBIJAKAN Berbasis DATA Fondasi MASA DEPAN Kota KUPANG

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

Citra News.Com, KUPANG – KOMITMEN membangun kebijakan publik yang berpijak pada realitas sosial dan data yang akurat kembali ditegaskan Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo dalam seremoni penerimaan Dokumen Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) 5 (Lima) Pilar Tahun 2025–2045.

Kegiatan tersebut berlangsung di Rumah Jabatan Wali Kota, Kamis petang (26/2/26), sebagai penanda dimulainya fase baru perencanaan pembangunan manusia dan kependudukan di Kota Kupang.

Dokumen strategis itu diserahkan langsung oleh Tim Penulis/Penyusun kepada Pemerintah Kota, sekaligus menjadi tonggak penguatan arah kebijakan jangka panjang berbasis kajian ilmiah dan kebutuhan masyarakat.

Baca Juga :  Rayakan ULTAH dengan BERBAGI KASIH, Christian Widodo: LILIN yang MENYALAKAN Lilin-Lilin LAIN

Dalam sambutannya, Christian Widodo menegaskan bahwa pembangunan kependudukan dan keluarga tidak bisa dilakukan secara parsial.

Persoalan sosial seperti stunting, kemiskinan, hingga rendahnya kualitas pendidikan, menurutnya, saling terhubung dalam satu mata rantai. “Kalau kita salah dari data, kebijakan kita juga akan salah arah,” tegasnya.

Baca Juga :  BERPACU di Tengah Pandemi COVID19 Menuju BANK Berstandar Nasional

Pernyataan ini mencerminkan kekhawatiran terhadap praktik perencanaan yang selama ini kerap mengandalkan asumsi dan pendekatan dari atas ke bawah (top-down approach).

Bagi Christian Widodo, validitas data perlindungan sosial menjadi fondasi utama agar intervensi lintas sektor dapat berjalan efektif.

Baca Juga :  CHRISTIAN Widodo Tercatat Mencapai PBG TERTINGGI di NTT, Mendagri Tito : BAGUS Ini WALI KOTA Kupang

Dengan basis data yang akurat, berbagai program dari dinas terkait—kesehatan, pendidikan, sosial, hingga ekonomi—dapat diarahkan secara tepat sasaran.

Blueprint Kebijakan Lintas Sektor

GDPK 2025–2045 dirancang sebagai “blueprint” pembangunan manusia yang terintegrasi. Dokumen ini memuat peta jalan lima pilar pembangunan kependudukan, yang telah diselaraskan dengan RPJMD dan target kinerja daerah.