PATRIS Laliwolo – ADPRD Provinsi NTT saat diwawancarai di Kupang, Rabu (5/8). Doc. marthen radja/CNC.
Kristo Loko : Di ranah eksekutif Gubernur tentunya membuat kajian-kajian dengan mempertimbangkan…
Citra News.Com, KUPANG – KETUA Komisi IV DPRD Provinsi Nusa Tenggara Timur, Patris Laliwolo menyatakan sebagai wakil rakyat pihaknya menolak kegiatan proyek Panas Bumi (Geothermal) yang ada di Flores dan Lembata.
“Pemerintah harus bisa meyakinkan masyarakat bahwa proyek geothermal itu aman. Dalam arti tidak mengancam keberlanjutan hidup manusia dan keselamatan ekologi. Tapi faktanya mengancam kehidupan saat ini dan ke depannya maka masyarakat menyatakan menolak proyek geothermal. Sebagai DPR saya sepakat dengan sikap masyarakat saat ini”, tegas Patris di Kupang, Rabu (5/8).
Kepada awak Portal Berita citra-news.com di ruang Komisi IV Gedung DPRD Provinsi NTT, Patris mengatakan sebagai putra daerah potensial Geothermal dia mengatakan akhir-akhir ini masyarakat selalu mengeluh. Sebagai contoh realita yang terdekat adalah wilayah Mataloko dan sekitar.
Ada dampak negatif yang langsung dialami warga sekitarnya saat ini. Tanaman kopi, cengkeh, dan tanaman perkebunan lainnya rusak akibat semburan asap dari proyek geothermal. Seng rumah-rumah penduduk sekitar banyak yang bolong. Apalagi untuk kehidupan anak cucu ke depan, sudah pasti sangat mengancam.
Patris mengakui, secara teknis kita tidak paham. Akan tetapi secara fakta itu merugikan. Oleh karena itu pemerintah harus kaji ulang mempertimbangkan banyak. Aspek utamanya menyangkut keberlanjutan kehidupan manusia dan ekologi yang ada.
Kalau untuk kebutuhan energi, investasi, dan lain-lain yang menguntungkan, siapa yang tidak mau. Tetapi harus dipastikan bahwa proyek geothermal ini aman untuk keberlanjutan kehidupan manusia. Nah Ini harus sejalan atau searah. Tidak boleh hanya melihat dari sisi kebutuhan energi dan investasi, lantas mengorbankan kebutuhan keselamatan umat manusia.












