“Kalau ada catatan buruk dari masyarakat maka Pemerintah harus secara arif memperhatikan secara baik. Karena bagi saya kegiatan investasi itu sangat positif. Geothermal dapat mendorong perekonomian daerah bahkan nasional”, tepisnya.
Kristo berharap, walau geothermal penyumbang investasi namun masyarakat harus menjadi subyek dari pembangunan itu. Sehingga manakala ada catatan minor tentang proyek geothermal, pemerintah harus mencarikan solusinya.
Apapun alasannya, lanjut Kristo, upaya pemerintah itu untuk kesejahteraan masyarakat. Dalam tataran berdemokrasi ada dinamika di masyarakat itu sah-sah saja. Apalagi terkait kesejahteraan masyarakat, sudah pasti ada niat baik dari pemerintah.
Menjawab apakah sikapnya juga ikut menolak proyek geothermal di Flores dan Lembata. Kristo menyatakan, Anda (citra-news.com, red) jangan berupaya menggiring saya (Kristo Loko, red) ke upaya menolak sama dengan sikap masyarakat saat ini.
“Perlu diingat pembangunan terjadi tidak pada ruang hampa. Pembangunan itu terjadi di ruang publik, sehingga bila terjadi dinamika terjadi pandangan, berbeda argumentasi itu kita harus hargai. Tapi tidak berarti satu-satunya menjadi keputusan”, tepis ADPRD NTT dari PAN ini.

Mari kita beri kesempatan eksekutif, lanjut dia, untuk mengkaji ulang terkait keluhan masyarakat soal geothermal. Sebagai kepala daerah apalagi Gubernur NTT (Melky Laka Lena, red), dia tentunya punya niat baik untuk rakyatnya hidup lebih sejahtera.
“Jadi pak wartawan jangan menggiring saya seperti itu bahwa sikap saya ikut masyarakat. Bukan begitu! Tapi saya mau katakan, itulah demokrasi. Di ranah eksekutif (pemerintah, red) dia pasti pertimbangkan suara masyarakat yang menolak proyek geothermal kemudian membuat kajian terbaik dan mencari jalan keluar untuk kesejahteraan rakyat”, tegas Kristo. +++ marthen/CNC













