Pertemuan tersebut juga menggarisbawahi pentingnya edukasi dan pengawasan terhadap wajib pajak, serta pemanfaatan teknologi seperti digital forensik untuk menggali data yang akurat dan transparan.
Samon juga menekankan pendekatan humanis dalam penegakan pajak untuk menciptakan kesadaran dan kepatuhan secara sukarela dari para pelaku usaha.
“Kami ingin para wajib pajak tidak membayar lebih dari yang seharusnya, tapi juga tidak kurang. Prinsip kami jelas: adil, transparan, dan akuntabel,” katanya.
Menanggapi hal tersebut Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo mengapreasiasi atas dukungan inisiatif DJP dan menyambut baik bahwa pertemuan ini sebagai langkah awal kolaborasi yang lebih intensif dan konkret.
Ia menekankan pentingnya kebijakan yang berbasis data dan pendekatan dari bawah (bottom-up) dalam menyusun strategi fiskal, terutama di tengah keterbatasan anggaran pasca efisiensi nasional.












