“Dari kehadiran peserta mancanegara ini membuktikan bahwa NTT juga bisa selenggarakan event bertaraf internasional. Kalau daerah lain bisa punya event kelas dunia, mengapa NTT tidak? Maka saya usulkan konsep ini, dan ternyata mendapat dukungan banyak pihak,” tegas Melky.
Melky Laka Lena mengatakan event Tour de EnTeTe ini tercetus waktu penggemblengan di Magelang bagi semua kepala daerah. Tour de EnTeTe kali ini merupakan event pertama yang dilakukan oleh seluruh Pemda di NTT. Keterlibatan semua Pemda dalam event internasional ini dalam rangka memperkenalkan budaya masing-masing daerah.
“Peserta juga akan berputar di batas negara Indonesia – Timor Leste. Dari Kupang ke Sumba akan menggunakan kapal laut dan dari Sumba ke Flores akan menggunakan pesawat Hercules. Setiap tempat perhentian akan ada pertunjukan budaya bagi peserta. Untuk kabupaten kepulauan akan ditarik ke Kupang atau fokus di Provinsi yakni Lembata, Alor, Rote Ndao dan Sabu Raijua,” ujarnya.
Menurut Gubernur Melky, ajang ini memiliki empat tujuan besar, yakni, mengerek pariwisata, menggerakkan ekonomi rakyat, mempercepat infrastruktur, dan menampilkan budaya NTT.
Oleh karena Tour de Entete adalah Sport tourism maka di setiap rest area juga di titik start dan finish, pada setiap malam digelar pesta rakyat dengan melibatkan UMKM lokal. Produk unggulan seperti kain tenun, makanan khas, dan cinderamata NTT dipastikan hadir.
“Iya, UMKM harus hidup. Wisatawan dan peserta bisa membeli oleh-oleh khas kita,” tegas Melky.
Ada 10 Etape













