Keputusan itu bukan tanpa makna. Ia ingin agar hari bahagianya tidak berhenti pada dirinya sendiri.
“Saya ingin supaya hari yang berbahagia ini, kita bisa buat orang lain juga ikut berbahagia. Karena kebahagiaan sejati dan kesuksesan sejati adalah ketika kita bisa buat orang lain juga sukses atau bahagia”, tambah Christian.
Kata-kata itu menggema, bukan hanya untuk anak-anak panti, tetapi untuk siapa pun yang hari ini mungkin lupa bahwa kebaikan selalu punya ruang untuk tumbuh.
Kasihnya Ibarat Lilin
Kepada para anak panti, Wali Kota mengajak untuk menjaga semangat gotong royong dan saling membantu. Pesan moral ini punya nilai yang seringkali sederhana, tetapi di tengah dunia yang cepat dan penuh tekanan, justru menjadi penyangga kehidupan.
Wali Kota Kupang Christian Widodo lalu menyampaikan sebuah perumpamaan yang lembut namun kuat: “Kalau saya punya lilin menyala, lalu saya nyalakan lilin-lilin yang lain, itu tidak mengurangi api saya. Sama halnya dengan kasih. Kalau kita bagikan, dia tidak mengurangi kasih dalam diri kita, malah bisa menambah kasih.”
Di balik ucapan itu, ada pesan universal bahwa Cinta Kasih tidak terbatas. Ia tumbuh saat dibagi, bukan saat disimpan. Maka pesan moral ini mengajari anak-anak tentang syukur dari sebuah kebahagiaan.












