GELAP, Ruang PERPUSTAKAAN Dinas P dan K Provinsi NTT

Kondisi ruang perpustakaan harus bisa memberikan rasa nyaman sehingga pengujung merasa betah (home sick) berada di dalamnya. Tapi ruang perpustakaan di Dinas P dan K Provinsi NTT menyuguhkan kesan ‘habis gelap terbitlah seram’. Astaga!

Kupang, citra-news.com – OKTOFIANUS ORE mengatakan, perpustakaan merupakan salah satu prasarana yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Karena fungsi perpustakaan dipandang sebagai pusat data dan informasi. Namun demikian fungsinya sudah bergeser oleh akibat perkembangan jaman.

“Fungsi perpustakaan saat ini sudah berubah. Perpustakaan bukan lagi menjadi ‘gudang’ informasi. Akibatnya minat orang untuk datang ke perpustakaan sudah menurun. Di era digitalisasi saat ini orang secara instan mengakses informasi melalui internet,”jelas Okto.

Dinamisasi perkembangan jaman ini, menurut Okto,  dibutuhkan kreativitas dan inovasi-inovasi baru dari pemerintah melalui dinas pendidikan.

“Saya teringat akan apa yang dikatakan bapak Josef A. Nae Soi (Wagub NTT). Saat beliau pertama kali datang ke dinas ini beliau singgah di ruang perpustakaan. Beliau mengatakan perpustakaan harus menjadi pusat data dan informasi. Budaya literasi bisa dikembangkan melalui perpustakaan Dinas Pendidikan harus menjadi contoh dalam membudaya minat baca ini,”kata Okto saat ditemui citra-news.com di Gedung I.H Doko Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur, Selasa 19 Maret 2019.

Sebagai jawaban dari pernyataan Wagub NTT ini, beber Okto, pihaknya telah menatakelola ruang perpustakaan menjadi lebih apik agar pengunjung bisa betah menikmati bahan bacaan yang tersedia di ruang baca itu.

“Di perpustakaan ini tersedia buku-buku ensiklopedi terbitan tahun 1964. Termasuk buku-buku tentang sejarah pendidikan di NTT. Juga ada buku-buku sejak dinas ini masih jadi Kantor Wilayah (Kanwil) pendidikan. Tapi begitulah kondisinya saat ini orang lebih suka baca informasi dari internet,”tandasnya.

Sembari menambahkan, dengan kondisi ruangan yang gelap seperti ini tidak ada pengunjung yang datang baca bahan pustaka disini. Jangankan orang dari luar, para pegawai di dinas ini saja tidak pernah. Nanti kalau mereka butuh baru datang pinjam saja disini.

Menjawab alasan tidak ada dukungan fasilitas penerangan listrik yang memadai, Okto  mengaku tidak mengetahui persis alasannya. Ruang perpustakaan itu beru tertata baik semenjak kepala dinas dijabat Sinun Petrus Manuk. Setelah itu kondisi listriknya sudah tidak terurus lagi.

“Saya diberi mandate mengelola perpustakaan ini sejak kepala dinas dijabat bapak Petrus Manuk. Saat itu ada AC, listrik, dan beberapa fasilitas lain lengkap disini. Setelah itu sudah jadi amburadul sampai sekarang,”ucap Okto

Sembari menambahkan, dirinya sudah berulangkali menyampaikannya melalui Bagian Umum untuk dianggarkan. Tapi katanya belum ada jawaban dari Sekretaris Dinas sampai sekarang. Makanya kondisi perpustakaan di dinas terus gelap begini.+++ marthen/citra-news.com

Gambar : Oktofianus Ore, S.Pd saat diwawancarai di ruang Perpustakaan Dinas P dan K Provinsi NTT, di bilangan Jl. Soeharto Naikoten 1 Kupang-Timor NTT, Selasa 19 Maret 2019

Foto : Doc. CNC/marthen radja

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *