Iklan Baris :
Ingin Pasang Iklan, Klik disini - Ingin Koreksi, Klik Teks ini
Sosbud  

Kerajaan TAEBENU dan Ajakan MELAWAN LUPA dari WALI KOTA Kupang CHRISTIAN Widodo

Reporter: Marthen RadjaEditor: Redaksi
CitraNews

“Kita bukan hanya membangun kota melalui gedung dan infrastruktur, tetapi juga melalui pelestarian sejarah dan budaya. Dengan menjaga warisan budaya ini, kita bukan hanya menghormati masa lalu, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk masa depan,” ungkapnya.

Dua buku yang diluncurkan merupakan hasil kerja tim penulis dari UPTD SD Negeri Palsatu. Kepala sekolah yang juga menjadi penulis utama, Belmira Sagrada Ferrao Santos, menjelaskan bahwa proses penelitian dan penulisan berlangsung hampir satu tahun, melibatkan berbagai sumber dan mendapatkan dukungan penuh dari keluarga besar Tanof sebagai narasumber utama.

“Buku ini bukan hanya catatan sejarah, tetapi ajakan untuk melawan lupa. Kami ingin mengingatkan pentingnya merawat warisan leluhur yang kaya akan nilai sejarah, kearifan, dan makna kehidupan,” ujar Belmira.

Baca Juga :  Songsong UAN Siswa SLTA di Sumba RESAH

Perwakilan keluarga besar Tanof, Esau Tanof, menyampaikan terima kasih atas seluruh dukungan Pemerintah Kota Kupang, tim penulis, dan semua pihak yang telah berperan dalam penerbitan buku ini.

Baca Juga :  KESRA Guru Daya Ungkit KESUKSESAN Belajar Siswa

Esau berharap buku tersebut dapat menjadi bahan ajar di sekolah-sekolah, sehingga generasi muda mengenal lebih dekat sejarah Raja-Raja Tanof dan memahami nilai perjuangan yang diwariskan.

Baca Juga :  Proses EVALUASI Ibarat MEMBEDAH Masalah dengan PISAU KEJUJURAN

“Kami sangat berterima kasih kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dan semua pihak yang mendukung terbitnya buku ini. Semoga situs budaya kami di Manutapen terus dilestarikan dan menjadi destinasi wisata yang mendorong kesadaran sejarah masyarakat Kota Kupang,” ungkapnya. +++ marthen/*