Pemandangan malam hari di Taman Nostalgia sambut gebyar SABOAK (Sunday Buat Orang Kupang) dan Car Free Naight (CFN). Doc. CNC/Ist.
Citra News.Com, KUPANG – SETIAP kota punya mimpi. Kupang pun demikian. Di balik hiruk-pikuk pembangunan yang terus berdentum, terselip satu cita-cita besar. Yaitu menghadirkan wajah kota yang tertib, teratur, dan nyaman ditinggali.
Di era kepemimpinan Christian Widodo dan Serena Corsgrova Francis, mimpi itu disatukan dalam sebuah komitmen besar: Program “Kupang Tertata”.
Dari jalan raya hingga lorong kecil, dari trotoar hingga saluran air, dari tiang listrik hingga jaringan telekomunikasi—semuanya kini dipetakan ulang, dibenahi, lalu ditata kembali dengan standar baru.
Kota Kupang ingin melangkah jauh, dan langkah itu dimulai dari hal kebutuhan paling dasar diantaranya kelistrikan. Penataan lampu di Taman Nostalgia (Tamnos) dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU).
Wali Kota Kupang, Christian Widodo dan Wakilnya Serena Corsgrova Francis mau menjadikan Tamnos area usaha masyarakat. Ada sejumlah investor yang melaksanakan usaha bisnisnya di sana. Dengan kelengkapan sarana dan prasarana lampu taman dan lampu jalan yang terpasang menjadikan Tanmos menjadi sentra ekonomi, yang tidak saja pada siang hari tapi juga malam hari.
“Tata kota bukan soal estetika semata. Ketika infrastruktur tertata baik, ekonomi bergerak lebih cepat, transportasi lebih lancar, pelayanan publik pun semakin efektif”, kata Walikota Christian.












