Kawasan bisnis kini dirancang ulang agar akses jalan terpenuhi, jalur hijau hadir sebagai ruang napas, serta area parkir yang memadai mencegah kemacetan. Di area permukiman, pola ruas jalan ditata untuk memudahkan layanan darurat dan sirkulasi warga.
Area yang dulunya penuh kabel berseliweran kini terlihat lebih rapi. Jalan yang dulu berlubang kini halus dan layak dilalui. Ruang publik kembali menjadi ruang yang ramah untuk dinikmati bersama.
Namun di atas semua itu, satu hal yang ingin ditumbuhkan adalah budaya tertib dan kepedulian terhadap ruang bersama.
Pemandangan baru kini bisa ditemui di malam hari saat melintas di Jalan Frans Seda Kota Kupang. Pada ruas jalan tersebut kini telah terpasang lampu hias dari sisi kiri ke sisi kanan jalan dan sebaliknya.
Terkait hal itu, Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyebut, tujuan dipasang lampu hias tepatnya di depan Taman Nostalgia (Tamnos) untuk mendatangkan investor di Kota Kupang, dengan memperlihatkan keindahan dan kemajuan di Kota Kupang.
“Lampu hias itu sangat bagus kalau dilihat. Jadi harus dipikirkan bahwa kalau investor datang ke Kota Kupang dan melihat bahwa Kota Kupang lebih maju dan modern, tentunya investor akan lebih berani untuk melakukan investasi di sini,” kata Christian.
Wali Kota Kupang menjelaskan bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang memang harus melakukan penataan dan mempercantik Kota Kupang. Dia mencontohkan kalau ada kunjungan ke Jakarta, tamu akan dibawa ke Jalan Sudirman, Tamrin dan lainnya atau ke tempat yang penataannya bagus agar bisa menarik investor.
“Kalau mau dikatakan memang masih ada tempat yang kumuh, namun kalau ada orang dari luar datang ke Kota Kupang, kita harus bawa ke tempat yang bagus dan sudah modern, sehingga mereka pun tertarik untuk melakukan investasi di sini,” ungkapnya.












