Ia pun menyampaikan apresiasi mendalam kepada keluarga besar SVD, SSpS, dan SSpS AP atas dedikasi panjang mereka di bumi Flobamora, khususnya dalam membangun sumber daya manusia seutuhnya melalui pendidikan.
Bagi Gubernur Melky, SMA Santo Arnoldus Janssen Kupang bukan sekadar institusi akademik. Meski baru tujuh tahun berdiri, sekolah ini dinilainya telah menjadi “rumah pembentukan karakter”, tempat disiplin, kejujuran, cinta kebenaran, dan keberanian berpikir ditanamkan sejak dini.

Kekaguman khusus disampaikan Gubernur Melky atas lahirnya dua buku sastra karya para siswa. Menurutnya, buku adalah produk intelektual yang menandai kematangan literasi.
“Literasi sejati bukan hanya membaca huruf, tetapi memahami makna, menalar, dan bersikap bijak. Tanpa literasi dan numerasi yang kuat, sulit membangun masa depan NTT yang cerah,” tegasnya.
Sekolah Pusat Kreativitas
Orang nomor satu NTT ini mendorong siswa untuk terus menulis, membaca, berdiskusi, dan menganalisis berbagai isu. Tak berhenti di ruang apresiasi, Gubernur juga membuka peluang konkret.
Kedua buku tersebut, katanya, akan dipasarkan melalui NTT Mart, etalase produk lokal unggulan daerah. Langkah ini menjadi bagian dari implementasi konsep One School One Product (OSOP), yang mendorong sekolah menjadi pusat kreativitas sekaligus kewirausahaan.
“Sekolah harus melahirkan produk bernilai ekonomi. Kreativitas dan inovasi harus tumbuh sejak bangku pendidikan,” ujarnya.














