Sunday Market Buat Orang Kupang (SABOAK) dan Container Booth UMKM menjadi etalase kecil mimpi-mimpi besar para purna PMI. Di sana, pengalaman merantau diterjemahkan menjadi usaha mandiri.
Tak berhenti di situ, kerja sama dengan Bank NTT pun dibangun untuk membuka akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), agar keterbatasan modal tak lagi menjadi tembok penghalang.
Namun, harapan tak akan tumbuh tanpa perlindungan yang kuat. Di hadapan Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) Mukhtarudin, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta para kepala daerah se-NTT, dr. Christian menekankan urgensi penguatan Satuan Tugas Penanganan PMI Ilegal.
Menurutnya, Satgas lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, TNI, dan Polri harus dibekali kewenangan nyata, termasuk akses ke pelabuhan dan bandara sebagai titik krusial keluar-masuk PMI.
Dukungan anggaran operasional juga dinilai penting agar pencegahan dan penindakan tidak sekadar menjadi wacana.
Tak kalah penting, Wali Kota Kupang mendorong pembentukan komunitas purna pekerja migran. Bagi dr. Christian, komunitas ini bukan hanya ruang berkumpul, tetapi tempat berbagi informasi, saling menguatkan, dan saluran pendampingan.
Mulai dari pengurusan administrasi kependudukan pascakepulangan, akses pelatihan, hingga pendampingan psikologis, komunitas purna PMI diharapkan menjadi jembatan reintegrasi sosial agar mereka kembali utuh ke tengah keluarga dan masyarakat.
Meningkatkan Kualitas PMI Asal NTT












