Menariknya, proses seleksi sepenuhnya dipercayakan kepada Undana, demi memastikan bantuan benar-benar sampai kepada mereka yang membutuhkan.
“Undana tentu lebih memahami kondisi mahasiswanya. Kami ingin program CSR ini berkelanjutan dan tepat sasaran,” ujar Charlie.
Ia menegaskan komitmen Bank NTT untuk hadir lebih dekat dengan dunia pendidikan. Tak hanya mahasiswa, kesejahteraan tenaga pendidik juga menjadi bagian dari pembahasan.
Bank NTT menawarkan berbagai skema pembiayaan, mulai dari perumahan hingga kendaraan bagi dosen. Sebuah bentuk dukungan nyata agar para pendidik dapat menjalankan perannya dengan lebih optimal.
Di sisi lain, diskusi juga mengalir ke arah pengembangan fisik kampus. Peluang pembiayaan pembangunan gedung melalui kredit jangka panjang dibahas sebagai upaya mempercepat modernisasi fasilitas Undana.
Langkah ini dipandang penting untuk meningkatkan daya saing universitas, sekaligus menjawab tantangan pendidikan tinggi di era global.












