Opini *) Karmin Lasuliha
Pendiri Yayasan Bina Generasi Papua
Citra News.Com – DI BERANDA Selatan Nusantara, di mana karang-karang Kupang menyerap panas matahari dengan tabah, lahir sebuah narasi baru tentang kekuasaan yang tidak lagi duduk di singgasana berjarak.
Adalah dr. Christian Widodo, seorang anak muda dengan kegesitan yang melampaui birokrasi, hadir bukan sebagai penguasa yang meminta upeti penghormatan, melainkan sebagai tabib bagi luka-luka sosial di kotanya.
Ia adalah anomali di tengah keriuhan politik, seorang intelektual yang cerdas membaca data, namun tetap merunduk menyentuh tanah.
Di tangannya, jabatan Wali Kota bukan sekadar stempel dan protokoler, melainkan sebuah instrumen musik yang dimainkan untuk menghibur mereka yang selama ini terpinggirkan oleh deru pembangunan.
Christian Widodo adalah personifikasi dari napas pantang menyerah, sebuah mesin penggerak yang energinya seolah dipompa dari ketulusan untuk melihat Kupang bermartabat.












